KBRI Kuala Lumpur Amankan Gadis Nyalindung Korban Trafficking

SUKABUMI — Seorang anak perempuan berinisial ES (16) asal Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini dikabarkan menjadi korban perdagangan manusia antar negara. Saat ini informasinya, korban diselamatkan dan ditampung salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Selangor, Malaysia.

Kepala Desa Wangunreja Ali Nurdin membenarkan bahwa ada warganya yang diduga telah menjadi korban perdagangan manusia. Ia menjelaskan bahwa orang tuanya, Oden Permana (43) dan Enok (44), membenarkan anaknya sedang bekerja di Jakarta.

”Saya sudah cek ke orang tuanya tadi dan benar anaknya pergi bekerja ke Cengkareng, Jakarta, sejak 14 Agustus lalu,” kata Ali saat dihubungi www.sukabumizone.com melalu telepon genggamnya.

Ia menuturkan, berdasarkan pengakuan orang tuanya, anak perempuannya itu berangkat kerja ke Jakarta diajak kenalannya yang baru dikenal melalui media sosial (medsos). ”Rencananya akan dipekerjakan sebagai perawat anak. Satu hari sampai tiga hari masih ada komunikasi, namun setelah itu tidak bisa komunikasi lagi,” cetusanya.

Ali mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Nyalindung serta sudah menugaskan stafnya untuk melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigra­si (Disnakertrans). ”Pak Bha binkamtibmas dari Polsek Nyalindung juga sudah ke orang tuanya tadi siang,” beber Ali.

Sementara itu, KBRI Kuala Lumpur memastikan ES merupakan korban perdagangan manusia atau human trafficking. Mengingat gadis asal Sukabumi itu masih di bawah umur. Hal itu diungkap Staf Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur Feby Khaira melalui panggilan video.

Pihaknya telah berkomunikasi dengan Entin. ”Usianya masih di bawah umur. Terlebih setelah mendengar ceritanya sudah bisa disimpulkan kalau dia korban human trafficking,” kata Febby.

Sementara, gadis asal Kampung Kadupugur, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, itu akan diamankan di KBRI Kuala Lumpur. ”Untuk sementara kami amankan dulu di KBRI sambil menunggu proses selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Satgas Perlindungan KBRI Kuala Lumpur Yusron B Ambary mengungkap kedatangan pihaknya ke kediaman Neng Ai Maryati untuk merespons informasi yang diperoleh dari media terkait adanya warga Indonesia yang telantar di Malaysia.

”Prinsipnya setelah mendapatkan berita di media, KBRI langsung menelusuri informasi dimaksud dan mendapatkan kontak orang yang menolong Entin. Kami sudah kontak dan yang bersangkutan bersedia untuk didatangi. Staf KBRI saat ini akan membawa Entin ke KBRI untuk selanjutnya diproses kepulangannya,” ungkap Yusron.

Sementara itu, dari informasi yang diproleh www.sukabumzone.com menyebutkan pihak kepolisian telah menangkap orang yang diduga sebagai pelaku human trafficking. Sementara, korban saat ini telah sampai di KBRI menunggu proses pemulangan ke Indonesia. red

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan