Pemdes Sukamulya Hotmix Jalan Kebonjeruk-Cipeutir

CIKEMBAR — Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, realisasikan Dana Desa (DD) tahap dua 2018. Kali ini, Pemdes Sukamulya membangun jalan desa jalur Kebonjeruk-Cipeutir dengan sistem Aspal Beton (Hotmix) sepanjang 530×2,5 meter dengan anggaran sebesar Rp.182.000,00,- berikut drainase sepanjang 880 meter dengan anggaran sebesar Rp.73.000.000,-.

Dari pantauan www.sukabumizone.com menyebutkan, jalan tersebut saat ini merupakan jalur alternatif yang digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil bumi dan sebagai penunjang sarana kesehatan serta pendidikan. Selain itu, jalan itu juga menjadi jalur perlintasan para pengendara roda dua atau empat apabila terjadi kemacetan di jalur utama Jalan pelabuan dua.

Kepala Desa Sukamulya Ade Rosidin didampingi Sekdes Sukamulya Dian Sudian mengatakan,pembangunan jalan penghubung antar desa yakni Desa Sukamulya dan Desa Cimanggu tersebut merupakan skala prioritas pembangunan pada pencairan DD tahap dua 2018. Hal itu, sesuai dengan hasil musyawarah dari tingkat kedusunan (Musdus) hingga musyawarah di tingkat desa (Musdes).

 

Kepala Desa Sukamulya Ade Rosidin

“Tentunya, kami tetap menerapkan asas demokrasi dimana setiap pembangunan harus menempuh prosedur yang benar agar tidak memicu pro dan kontra. Dari sosialisasi, perencanaan, hingga pelaksanaan harus berdasarkan kesepakatan melalui musyawarah mufakat,” kata Kepala Desa Sukamulya Ade Kepada saat dijumpai www.sukabumizone.com Rabu, (12/09/2018).

Selain itu lanjut Ade, dilihat dari sisi transparansi anggaran pihak pemdes telah melakukan tahapan pelaksanaan pembangunan sesuai prosedur. Salah satunya, memasang papan proyek dan dinasti sebagai bukti pembangunan. “Ditambah spanduk sebagai pengumuman penggunaan DD maupun ADD itu kami pasang di depan kantor desa. Jelas itu menunjukan bahwa kami benar-benar transparan dalam hal penggunaan anggaran. Apalagi warga setempat juga dilibatkan sebagai tenaga kerja sesuai dengan instruksi pemerintah pusat tetang Program Padat Karya Tunai (PKT),” tuturnya.

Ia berharap, kepada seluruh warga sebagai pengguna jalan agar turut serta menjaga dan memelihari hasil pembangunan yang telah dilakukan pemdes.”Ya, jangan sampai setelah dibangun rasa memiliki warga justru malah berkurang terutama dalam hal pemeliharaan. Salah satu contoh bersihkan saluran air di pinggiran jalan agar air tidak naik ke badan jalan hingga menyebabkan jalan cepat rusak,”ujarnya.

Tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat terang Ade kerja keras pemdes hanya sia-sia. “Untuk itu, kami meminta dukungan dari warga agar program yang digulirkan pemdes dapat berjalan sesuai dengan target,”pungkasnya. Sep

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan