Seks Terhadap Anak Dominasi Kasus Kekerasan di Sukabumi

SUKABUMI — Kasus kekerasan seksual terhadap anak mendominasi kasus kekerasan yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi.

Dari pada data yang ada di sepanjang Januari hingga September 2018 ada sebanyak 194 kasus yang ditangani, Rinciannya kasus pada triwulan pertama 2018 sebanyak 75 kasus, triwulan dua sebanyak 63 kasus serta triwulan tiga sebanyak 56 kasus.

“Kasus yang paling banyak ditangani menyangkut kekerasan seksual terhadap anak. Di mana kekerasan seks anak mencapai sepertiga dari total kasus yang ditangani,’’ kata Sekretaris P2TP2A Kota Sukabumi Joko Kristianto belum lama ini.

Sementara kasus tertinggi kedua yaitu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selanjutnya kasus yang kini mulai naik yakni anak berhadapan dengan hukum yang memerlukan pendampingan. Terakhir kasus kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan dewasa.

Joko menjelaskan, kasus yang ditangani pada 2018 ini jumlahnya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Rata-rata setiap tahunnya kasus yang ditangani mencapai kisaran 250 hingga 300 kasus.

Tingginya kasus kekerasan seks anak dibandingkan dengan yang lain disebabkan berbagai faktor. “Terutama dampak dari perkembangan teknologi seperti konten pornografi yang ada di sarana handphone (HP),”tuturnya.

Hal itu ujar Joko berpengaruh pada kasus kekerasan seks anak yang selalu tertinggi dibandingkan yang lain. Karena itu peran orangtua atau keluarga dalam mengawasi penggunaan HP harus selalu ditingkatkan. “Harapannya potensi untuk terjadinya kasus kekerasan seksual anak makin menurun,”cetusnya.

Joko mengungkapkan, pelaku maupun korban kekerasan ada yang masih anak di bawah umur. “P2TP2A melakukan penanganan kepada keduanya secara psikologis serta membutuhkan waktu yang tidak sedikit,”tandasnya.

Langkah itu dilakukan untuk memulihkan kondisi trauma yang dialami korban kekerasan seksual. Salah satunya adalah puluhan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Emon pada 2014 lalu. “Dalam kasus ini puluhan korban kekerasan Emon masih menjalani pendampingan dari P2TP2A,”imbuhnya.

P2TP2A juga lanjut Joko, melakukan upaya penyuluhan serta sosialisasi pencegahan dalam rangka penekanan kasus kekerasan seksual anak. “Langkah tersebut idealnya dilakukan secara sinergi dengan lembaga terkait lainnya,”pungkasnya. rol

Lihat Juga...