RTLH Baru Ditangani 51 Persen di Sukabumi

SUKABUMI– Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Sukabumi, Jawa Barat yang sudah tertangani oleh pemerintah baru sekitar 51 persen. Namun, masih ada 49 persen rumah yang belum tertangani serta memerlukan perhatian.

“2015 lalu data rutilahu semuanya ada sebanyak 4.912 unit rumah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Asep Irawan kepada wartawan Kamis (18/10). Data itu sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota Sukabumi Nomor 61 tahun 2015.

Menurutnya, ribuan rumah tidak layak huni tersebut sudah ditangani dalam empat tahun terakhir sejak 2015 lalu. “Penanganan pada 2015 yang ditangani sebanyak 355 unit, pada 2016 sebanyak 216 unit, dan 2017 sebanyak 1.100 unit,” tandasnya.

Sementara pada 2018 ada tiga bantuan untuk penanganan rutilahu sebanyak 874 unit. Rinciannya bantuan provinsi sebanyak 175 unit, bantuan kementerian 299 unit serta bantuan World Bank sebanyak 400 unit.

“Sehingga total jumlah RTLH yang tertangani sampai akhir 2018 sebanyak 2.545 unit atau sekitar 51 persen. Sementara yang belum tertangani sebanyak 2.367 unit atau sekitar 49 persen,” tandasnya.

Untuk RTLH lanjutnya yang belum tertangani masih konsen dengan tetap mengajukan ke pemerintah pusat dan Pemprov Jabar. “Permintaan ini disampaikan agar pemerintah pusat dan provinsi lebih memberikan perhatian pada lingkungan permukiman termasuk RTLH,” ucapnya.

Ia menerangkan, hingga kini belum mengetahui jumlah rutilahu yang akan dibantu pemerintah pusat serta provinsi pada 2019. Tapi kemungkinan jumlah RTLH yang akan dibantu bertambah banyak meskipun angka pastinta belum diperoleh.

“Intinya perhatian terhadap RTLH akan tetap sama dari pemerintah pusat maupun provinsi. Sebabnya pemerintah pusat sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yaitu berupaya mewujudkan 100 0 100. Akses sanitasi ditargetkan 100 persen, lingkungan permukiman kumuh 0 persen serta akses air bersih 100 persen,” tandasnya.

Asep mengatakan, RTLH masuk dalam kategori permukiman kumuh. Jadi walaupun target nol persen dalam pelaksanaanya tidak mungkin tercapai tapi semangatnya mengarah ke sana serta bisa terus ditingkatkan penanganannya.

”Dalam rangka mengejar target tersebut kami yakin logikanya tahun depan bantuan untuk perbaikan RTRL lebih banyak. Terlebih pekerjaan rumah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni masih banyak sekitar 50 persen lagi,” pungkasnya. (Red)

Lihat Juga...