Akibat Kekeringan Para Petani di Desa Wangunreja Gagal Panen

NYALNINDUNG — Puluhan hektar sawah milik warga Desa Wangunreja Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, dilanda kekeringan.  Akibatnya, para petani gagal panen di tahun ini. Faktor penyebab utama kekeringan diduga kuat akibat panjangnya musim kemarau, saluran irigasi tersumbat lumpur dan pintu-pintu pembagi air yang rusak berat.

Salah seorang Warga Kampung Cijolang RT 02/03 Handa (60) mengatakan, hampir 90 persen Penduduk Desa Wangunreja berpropesi sebagai petani. Sisanya, adalah para pembudidaya ikan. ” Jelas kami sangat membutuhkan pasokan air yang normal untuk mengairi sawah dan kolam setiap hari. Namun, di tahun ini air yang dibutuhkan ternyata mengering,” kata Handa kepada www.sukabumizone.com Jumat, (19 /10/2018)

Menurut Handa, apabila pasokan air mencukupi para petani di Desa Wangunreja biasanya menanam padi dalam satu tahun tiga kali. Tapi untuk tahun ini para petani hanya mampu dua kali tanam. “Itu pun dengan pasokan air yang tidak normal. Ya kami sangat berharap, untuk ke depannya kekeringan ini bisa secepatnya diatasi agar para petani di Desa Wangunreja kembali sejahtra,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P3A Desa Wangunreja Suryaman mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan kurang lebih 300 meter ke lokasi yang menjadi titik permasalahan sehingga air dari waduk

Ketua P3A Desa Wangunreja Suryaman

tidak bisa naik ke irigasi.” Setelah kami melakukan upaya pengecekan dampingi Kepala Desa, SUP, PPA POB, Babinsa dan Babinmas, ternyata yang menjadi permasalannya itu disebabkan banyaknya lumpur di irigasi sehinga saluran tersebut tersumbat dan kami telah sepakat untuk melakukan pengerukan secepat mungkin,” tutur Suryaman yang baru dilantik sebagai ketua P3A itu.

Lanjut Suyaman disamping itu untuk mempercepat pengerjaan pengrukan pihaknya akan berkoordinasi dengan SUP atau balai .”Bahwa kami akan melakukan pengerukan menggunakan alat berat,” imbuhnya.

Kepala Desa Wangunreja Ali Nurdin menjelaskan, pihaknya akan secepat bergerak untuk melakukan pengerukan, sebelum musim penghujan tiba. ” Dengan adanya masalah ini maka harus diadakan normalisasi irigasi yang menjadi penyebab utama kekeringan,” cetusnya.

Ia menuturkan, pihak pemerintah desa telah melakukan pengecekan secara berkala dan ditemukan permasalahan selain adanya penyumbatan aliran air karena lumpur, juga banyak pintu-pintu air yang membagi pasokan ke sawah milik para petani kondisinya telah rusak berat. “Sehingga pintu ini tidak berfungsi dengan normal. Ketika ditutup sudah macet dan air tidak lagi bisa diatur dengan baik,” tandasnya.

Karena itu, ia berharap pihak PSDA Provinsi Jawa Barat menerjunkan personilnya agar irigasi dan pintu air ini dapat diperbaiki. “Karena masalah ini para petani jadi gagal panen. Ini satu-satunya aset milik Desa Wangunreja yang bisa berdampak pada mundurnya perekonomian warga yang mayoritas sebagai petani di sini,”pungkasnya. (Restu Firmansyah)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan