Satu Rumah Rusak Akibat Diterjang Tanah Longsor di Sukabumi

SUKABUMI — Bencana longsor menerjang Desa Cibatu Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi belum lama ini. Kejadian itu menyebabkan satu unit rumah warga rusak.

Selain itu, saluran irigasi yang mengairi areal persawahan jebol serta terancam tidak dapat menyuplai air ke lahan pertanian warga. Data yang diperoleh menyebutkan, bencana longsor itu tepatnya terjadi di Kampung Cibatu RT 19 RW 04 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat, Sukabumi.

”Longsor terjadi pada Minggu (4/11) malam,” kata salah seorang warga yang rumahnya rusak diterjang longsor Tata Supriatna (43) kepada wartawan di lokasi kejadian.

Pada waktu itu tidak terjadi hujan serta terakhir menguyur wilayah itu pada sehari sebelumnya. Tapi ujar Tata, di belakang rumahnya ada kolam yang tengah dialiri air. Diduga karena tidak terkontrol sehingga airnya meluap sampai masuk ke rumah dan mengikis tanggul di belakang rumah. ”Ketika dicek ke belakang rumah ternyata bagian dapur sudah tergerus longsor,” ungkapnya.

Bahkan peralatan bengkel tempat membuat sparepart kendaraan bus yang ada di rumahnya juga ikut terkena longsor. Selain itu pohon durian serta kelapa juga ikut tumbang akibat pergeralan tanah. Beruntung pada saat kejadian di rumahnya hanya ia bersama temannya. Sementara istri tengah menginap di rumah saudaranya.

”Tidak ada keluarga atau pekerja terluka hanya kerugian materil Rp 120 juta,” tandasnya. Kerugian itu sebagian besar karena rusaknya peralatan bengkel. Kini keluarga Tata terpaksa mengungsi sebab rumahnya masih terancam longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Mamam Suherman menjelaskan, petugas BPBD telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

”Dari hasil pantauan di lapangan diperoleh saluran irigasi rusak serta satu unit rumah warga rusak bagian belakangnya,” ujarnya.

Menurut Maman, sampai kini petugas masih menelusuri penyebab terjadinya longsor. Tapi kondisi cuaca yang ditandai dengan tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini berpotensi menyebabkan longsor.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman Sukabumi menambahkan, Kabupaten Sukabumi waspada serta siaga bencana longsor, banjir dan pergerakan tanah di musim penghujan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi seperti tahun sebelumnya membentuk tim kaji cepat penanganan banjir dan longsor.

“Salah satu upaya yang telah dilakukan yakni pada pertengahan Oktober 2018 lalu BPBD sudah mengirim perahu ke Kecamatan Tegalbuleud. Hal ini untuk mengantisipasi potensi bencana terutama banjir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk Sukabumi awal musim penghujan antara akhir Oktober serta Nopember. Hal ini menjadi dasar bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana,” pungkasnya. red

Lihat Juga...