Bupati Sukabumi Tanggapi Terkait Guru Berikan Sanksi Merokok Kepada Murid SD

SUKABUMI — Pemerintah Pusat beserta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menyoroti kasus oknum guru di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang menyuruh murid SD nya untuk merokok sebagai sanksi yang dijatuhi sekolah kepada pelajarnya tersebut. Aparat berwajib diminta bertindak.

“Sanksi bagi anak SD yang ketahuan merokok dengan cara menyuruh merokok tidak dibenarkan, sebab dari itu kami akan tetap memprosesnya serta menyerahkan kepada pihak berwajib untuk menyelidiki kasus itu,” kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Kamis (8/11).

Menurut dia, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Inspektorat Pemkab Sukabumi. Jika ditemukan kesalahan, sanksi talah jelas akan dijatuhkan, mulai dari teguran hingga pemecatan.

Selain itu, pihaknya juga menyerahkan kasus itu kepada aparat berwajib seperti kepolisian untuk melakukan penyelidikan, apakah nantinya ada jeratan pidana atau tidak semuanya diserahkan kepada hukum. Meski demikian, ia menilai, sanksi yang diberikan kepada oknum guru SD kepada muridnya dengan cara menyuruh merokok tersebut sangat tidak dibenarkan.

“Kita proses serta menyerahkan kepada instansi terkait untuk sanksinya. Saya selaku kepala daerah menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP) serta tidak akan melakukan intervensi dan hanya menunggu laporan,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Yohana Susana Yembise ikut menyoroti kasus itu serta mengatakan apa yang dilakukan oleh oknum guru itu salah dan tidak dibenarkan. Yohana menyesalkan dengan adanya kasus tersebut seharusnya guru itu dapat lebih bijaksana dalam memberikan sanksi. “Gurunya yang salah, itu bukan guru namanya,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, kasus itu mencuat saat oknum guru di SD Negeri 1 Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang mendapati 11 anak didiknya tengah merokok. Ke-11 murid tersebut kemudian dibawa ke ruang guru serta diberikan sanksi untuk merokok. Bahkan, aktivitas sanksi itu sempat direkam serta menjadi viral di media sosial. rol

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan