Menteri PPPA Tegaskan Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Dapat Ditembak Mati

SUKABUMI — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susan Yembise, menjelaskan, pelaku kekerasan terhadap anak dapat dihukum tembak mati atau seumur hidup. Hal itu, kata Yohana ditegaskan dalam UU Perlindungan Anak.

“Telah jelas dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bahwa pelaku kekerasan terhadap dapat dihukum mati, seumur hidup atau dikebiri jika korbannya meninggal dunia atau cacat seumur hidup,” ujar Yohana di Sukabumi, Jawa Barat, belum lama ini.

Menurutnya, di dalam UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang menyebutkan, “barang siapa yang melakukan kejahatan seksual terhadap anak yang menyebabkan meninggal, terjangkit penyakit berbahaya serta cacat maka pelakunya bisa dikenakan tembak mati, penjara seumur hidup dan suntikan kebiri”. Bahkan, identitas pelakunya harus diumumkan ke publik agar rakyat atau masyarakat tahu bahwa pelaku kejahatan seksual tersebut berbahaya serta tentunya untuk membuat efek jera dan orang yang akan melakukan kejahatan seperti itu berpikir ulang.

Ia menyatakan, telah cukup kuat undang-undang yang dibuat untuk melindungi anak-anak termasuk perempuan di Indonesia. Pihaknya juga akan melaporkan situasi anak serta perempuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa saat ini sudah ada Rumah Sahabat Ibu dan Anak (Rusaida) yang didirikan oleh mantan TKW yang juga pernah mengalami kekerasan.

“Pelaku kejahatan terhadap anak serta perempuan harus ditindak tegas untuk menekan angka kekerasan terhadap mereka. Kami pun terus berupaya melakukan berbagai cara untuk melindungi hingga memberdayakan korban,” ujarnya.

Di sisi lain, Yohana menjelaskan dengan adanya Rusaida tersebut, anak maupun perempuan yang menjadi korban kejahatan maupun kekerasan seperti pemerkosaan hingga perdagangan manusia dapat datang ke rumah ini. Rumah ini berada di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Korban kekerasan bisa mendapatkan perlindungan, pengobatan dan pemberdayaan. red

Lihat Juga...