Pemdes Parakanlima Tentukan Skala Prioritas Pembangunan 2020

CIKEMBAR— Pemerintah Desa (Pemdes) Parakanlima Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, adakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2020 di Aula Desa Parakanlima Kamis, (8/11/2018).

Musrenbangdes tersebut merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholder) Desa untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) tahun anggaran yang direncanakan dengan berpedoman kepada RPJM Desa. Kegitan itu juga dihadiri sebanyak 70 peserta yang terdiri dari unsur Ketua RT, kadus, Tokmas, Tokpem, Tok ulama, lembaga-lembaga desa, tim kecamatan, Babinsa, Babinmas, stakeholder kesehatan dan pertanian.

Kepala Desa Parakanlima Beben Subeni mengatakan, Musrenbangdes sangat penting diadakan. Pasalnya, hasil musyawarah desa akan menjadi pedoman bagi pemerintah desa untuk menyusun rancangan RKP Desa dan daftar usulan RKP Desa. ” Dokumen RKP Desa dan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) merupakan dokumen informasi publik. Sebagai dokumen publik, pemerintah desa berkewajiban menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jadi betapa pentingnya RKP Desa ini yang tentunya bertujuan melaksanakan visi dan misi kepala desa dengan harapan pembangunan itu bisa efektif dan efisien,” kata Beben kepada www.sukabumizone.com Kamis, (8/11).

Menurutnya, Musrenbangdes sebagai selah satu forum yang melibatkan masyarakat sangat dominan untuk perencanaan pembangunan dalam menggali langsung dimulai dari musyawarah kedusunan (Musdus) hingga tingkat desa. “Dan selanjutnya sebagai bahan pertimbangan di tingkat kecamatan sampai pemerintah daerah. Juga sebagai tolak ukur dalam menentukan skala prioritas pembangunan yang lebih penting di Desa Parakanlima ke depan, “ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil dari Musrenbangdes 2020 nanti lebih kepada pembangunan infrastruktur, irigasi, dan kesehatan. ” Dimana, tiga point ini yang lebih mencolok dan harus segera disikapi,”imbuhnya.

Sementara itu, kemungkinan terjadinya perubahan hasil dari pembahasan saat ini dilihat dari alur perencanaan yang telah dilakukan jelas Beben, perubahan tersebut tidak begitu signifikan karena tim penyusunan sangat konsen terhadap penyusunan RKP Desa. ” Karena ini sebagai ruh dari pelaksanaan pembangunan dan perencanaan untuk pelaksaan APBDesa. Jadi apabila RKP Desa tidak baik maka hasilnya pun akan berantakan, “jelasnya.

Ia berharap, dengan diselengarakannya Musrenbangdes 2020 maka masyarakat telah memiliki catatan apa yang akan dilaksanakan di kedusunan masing-masing. ” Sehingga, dengan ditetapkannya sekala prioritas ini. Masyarakat tidak lagi bertanya-tanya terkait pelaksanaan pembangunan ke depan. Apabila, telah ditetapkan seperti ini mau tidak mau pemerintah desa pun harus melaksanakannya. Dan Alhamdulillah suasana musyawarah ini tidak ada percikan dan seluruhnya mencair meski perbedaan pendapat ada namun dapat diselesaikan seluruhnya menerima hasil musyawarah ini. “pungkasnya. (sep)

Lihat Juga...