Pemdes Bojongraharja Gelar Deklarasi Berantas LGBT

CIKEMBA — Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, gelar deklarasi menolak maraknya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Aula Desa Bojongraharja belum lama ini.

Kepala Desa Bojongraharja Sudarmat diwakili Bendahara Desa Bojongraharja Dianawati mengatakan, pemdes menggelar deklarasi ini seiring maraknya isu keberadaan LGBT. ” Tak dipungkiri seiring dengan tumbuhnya industri di desa kami telah menjadi tempat berkumpulnya pekerja dari berbagai daerah. Sehingga, banyak sekali pasangan LGBT yang sudah tidak malu lagi menunjukan jati dirinya di depan umum. Ya, sudah layaknya pasangan normal saja,” kata Dianawati kepada www.sukabumizone.com belum lama ini.

Menurutnya, pasangan LGBT memang secara sudut pandang biasa tidak terlihat. Namun, prilaku menyimpang mereka akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan dan generasi anak bangsa. “Ya, untuk itu kami bekerjasama dengan masyarakat untuk melakukan deklarasi penolakan ini,” tuturnya.

Terutama masyarakat yang memiliki rumah kos-kosan lanjut Dianawati, jangan hanya mengedepankan keuntungan semata serta tidak mengindahkan kehadiran mereka yang akan berdampak negatif terhadap lingkungan. “Namun, kami lihat ada beberapa pemilik rumah kos sudah secara tegas menolak kehadiran pasangan LGBT. Selain itu, pemilik rumah kos ada juga yang awalnya tidak tau terus kami beritau akhirnya mereka langsung memberi tindakan,” tandasnya.

Salah seorang warga Bojongraharja Yana Suryana menjelaskan, LGBT adalah prilaku yang sangat tidak terpuji dan dimurkai Allah. “Ini prilaku buruk dan harus diberantas. LGBT merupakan pekerjaan setan dan pekerjaan binatang. Jadi jelas kami sangat mengutuk perbuatan bejad itu,” tegasnya.

sementara itu, salah seorang tokoh agama asal Kampung Cioray RT 03/02 Idris menambahkan, LGBT diketahui sebagai perilaku yang sangat keji dan itu lebih dari pada binatang.”Binatang saja tidak melakukan itu. Jelas di sini yang harus berperan aktif adalah pemerintahnya, dimana pemerintah yang harus tegas memberikan efek jera kepada pasangan LGBT,” pungkasnya. (Sopyan)

Lihat Juga...