Diduga Akibat Makan Bubur, Puluhan Anak SD di Sukabumi Keracunan

SUKABUMI–Sebanyak 73 orang anak-anak sekolah dasar (SD) Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, keracunan makanan bubur, belum lama ini. Puluhan anak itu telah mendapatkan penanganan dari petugas puksesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) Palabuhanratu dan kini kondisinya membaik.

“Pada Senin siang kami menerima laporan terjadi keracunan pangan program gizi anak sekolah (Progas) di SDN Bantargebang,’’ kata Bagian Surveilans, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Antoni Nugraha Selasa, (4/12). Menu makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berupa bubur ayam.

Dari data yang diperoleh menyebutkan, jumlah anak yang menderita sakit berjumlah sebanyak 73 orang. Rinciannya sebanyak satu orang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu serta yang lainnya dirawat di Puskemas Bantargadung.

“Gejala yang diderita korban keracunan yakni mual, muntah, pusing, diare dan lemas. Dari pantauan di lapangan menyebutkan masa inkubasi paling cepat sekitar tiga jam dan masa inkubasi terlama sekitar sembilan jam,” ujarnya.

Antoni menjelaskan, dari hasil analisa gejala serta masa inkubasi keracunan makanan diduga dari staphylococcus. “Tapi untuk memastikannya sampel makanan sudah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut,” imbuhnya.

Menurutnya, puluhan korban keracunan itu semuanya sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing. Sebabnya kondisi kesehatannya mulai membaik sebab telah ditangani dengan cepat oleh petugas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit.

Dokter Puskesmas Bantargadung Yayu Sri Wahyuningsih menambahkan, puskemas menangani puluhan anak-anak yang mengalami gejala keracunan. “Anak-anak itu mengalami gejala keracunan seperti mual-mual, muntah, pusing serta lemas setelah mengkonsumsi bubur,’’ ungkapnya.

Menurut Yayu, informasi yang diperolehnya puluhan anak-anak tersebut mendapatkan bubur dari sekolah yang merupakan bagian dari program gizi anak sekolah untuk Kecamatan Bantargadung. “Di mana ada lima desa yang mendapatkan bantuan serta kejadian keracunan berlangsung di Desa Bantargebang,” paparnya.

Informasi dari orangtua sarta guru menyebutkan anak-anak makan bubur sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya anak-anak mengalami gejala keracunan beberapa jam berikutnya yaitu sekitar pukul 12.00 WIB.

Puluhan anak-anak kemudian dibawa ke Puskesmas Bantargadung secara bergelombang. Anak-anak itu mendapatkan penanganan medis di puskesmas serta sebagian diantaranya harus mendapatkan infus.

“Alhamdulillah sebagian anak-anak kondisinya membaik serta diperbolehkan pulang,’’ tuturnya. Namun ada sebagian lainnya yang masih dirawat dan kondisinya mulai membaik. Jumlah total anak yang megalami gejala keracunan awalnya mencapai sebanyak 60 orang yang merupakan pelajar kelas 1 hingga 6 di SDN Bantargerbang.

Camat Bantargadung Ahmad Munawar menambahkan, infomasi yang diperolehnya anak-anak itu mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi bubur di sekolah.’’ Alhamdulillah petugas puskesmas sigap dalam menangani korban keracunan,’’ katanya.

Munawar menuturkan, biaya perawatan anak-anak yang keracunan ditanggung pemerintah. Ke depan pemerinan akan meningkatkan kewaspadaan dari kejadian keracunan yang kapan saja terjadi karena faktor air. “Meskipun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab keracunan karena masih diselidiki dinas kesehatan,” pungkasnya. (red)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan