Puluhan Anggota Geng Motor di Sukabumi Ditangkap Polisi

SUKABUMI — Polres Sukabumi Kota menangkap puluhan anggota geng motor dari beberapa kelompok berbeda. Anggota geng motor itu kerap melakukan tindakan anarkis serta penganiayaan.

“Ada 33 anggota geng motor yang kami tangkap salah satunya berjenis kelamin perempuan. Berandalan bermotor itu berasal geng motor Brigez, XTC, GBR serta Moonraker,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro di Sukabumi, belum lama ini.

Dari puluhan anggota geng motor itu enam orang dijadikan tersangka diantaranya IR (22), MR (16), MA (17), RR alias R (22), I (26) serta RR alias I (23). Keenam tersangka itu terbukti membawa senjata tajam serta melakukan pengeroyokan dan pengrusakan.

Dari tangan tersangka disita satu pucuk corbek, golok, pisau kujang, jaket Brigez, jaket GBR serta gear motor yang diduga digunakan tersangka untuk melakukan penganiayaan dan perusakan.

“Selain itu, enam anggota geng motor lainnya terbukti positif menggunakan narkotika jenis Benzoat. Puluhan berandalan itu ditangkap di empat lokasi berbeda yakni Kecamatan Cibeureum, Warudoyong, Gunungpuyuh serta Cikole,” ungkapnya.

Untuk memberikan efek jera kepada para berandalan ini, polisi juga memberikan hukuman sosial yakni dengan cara memajangnya di muka umum pusat Kota Sukabumi tepatnya di Bundaran Adipura, Kecamatan Cikole yang tak ayal ratusan warga mengerubuti para geng motor itu.

Momen itu juga sempat menarik perhatian pengguna kendaraan untuk melihat wajah anggota geng motor yang sering berbuat onar, bahkan sebagian warga memfoto serta memvideonya yang kemudian disebar ke media sosial.

“Penangkapan itu juga merupakan kegiatan Operasi Lilin Lodaya 2018 untuk memberikan rasa aman serta nyaman kepada warga yang merayakan Natal serta Tahun Baru dan libur cuti bersama,” tambahnya.

Sementara, salah seorang pimpinan Geng Motor Mooraker berinisial NN menjelaskan, pihaknya telah memberikan data nama-nama anggotanya kepada pihak kepolisian serta jika ada anggotanya yang membuat keresahan di masyarakat silahkan tindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami tidak melindungi anggota yang berbuat onar, siapapun orangnya silahkan kepada polisi untuk diberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera,” pungkasnya. (rol)

 

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan