Angka Kasus DBD Marak di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI — Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan di awal tahun 2019. Dilaporkan sejumlah warga di beberapa kecamatan positif dan suspect terkena DBD.

“Siklusnya memang naik di awal tahun, terlebih dengan kondisi musim hujan, ”ujar Wakil Supervisor DBD Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Joppy JR kepada wartawan Kamis (10/1). Hingga kini terdapat dua kecamatan yang dilaporkan kasus DBD yakni Kecamatan Cikembar dan Cicantayan. Dua daerah ini memang termasuk wilayah endemis DBD dan menjadi perhatian dinkes.

Di Cikembar kata Joppy, petugas Dinkes dan Puskesmas sudah turun ke lapangan melaksanakanpenyelidikan epidemiologi (PE). Di daerah tersebut, terdapat 10 orang warga yang suspect atau terduga terkena DBD.

Selanjutnya, Joppy menuturnkan di tempat tersebut akan dilakukan sosialisasi penanggulangan bahaya penyakit DBD kepada masyarakat. Tahapan berikutnya yakni dilakukan kunjungan rumah dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Joppy pun menambahkan, setelah tahapan itu akan dilakukan pengasapan atau fogging. Ia mengatakan sejumlah tahapan ini harus dilakukan dalam penanganan kasus DBD.

Selain di dua kecamatan itu ungkap Joppy, petugas juga mendapatkan laporan kasus DBD di Selajambe Kecamatan Cisaat dan Jampang Tengah. Namun, petugas Dinkes masih harus melakukan pengecekan terkait kasus di dua wilayah tersebut.

Mulai naiknya kasus DBD ini kata Joppy harus diwaspadai oleh masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di rumah masing-masing, “imbuh dia. Misalnya membersihkan halaman rumah, lingkungan dan tempat yang bisa tergenang air hujan.

lanjut Joppy, tempat yang tergenang air bisa menjadi lokasi perindukan nyamuk DBD. Medianya seperti kaleng bekas, ban bekas maupun botol air mineral. Warga disarankan menimbun barang-barang tersebut dan jangan dibuang sembarangan.

Warga juga diminta supaya menguras bak kamar mandi secara rutin. Selain itu, toren air diberi bubuk abate. “Dinkes menyediakan dan memasok bahan abate ke Puskesmas, “lanjutnya.

Dinkes berharap masyarakat menggiatkan gerakan PSN dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya tersebut dinilai efektif dalam menekan penyebaran penyakit DBD dan penyakit lainnya.

Sebenarnya kasus DBD di Sukabumi mengalami penurunan. Tahun 2018 misalnya, mengalami penurunan dibandingkan 2017 lalu. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya. (Red)

Lihat Juga...