Keberhasilan Dana Desa di Sukabumi Disampaikan Mendes PDTT

SUKABUMI — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, menyampaikan keberhasilan program dana desa kepada warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Selasa (15/1). Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya besaran penyerapan dana desa setiap tahunnya.

”Capaian pelaksanaan program dana desa sangat baik sebab dapat membagun infrastkruktur yang tidak dapat dibangun sebelumnya dalam sejarah Indonesia,” kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo kepada wartawan di sela-sela sosialisasi manfaat dana desa dan program prioritas Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Aula Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Kota Sukabumi, Selasa (15/01).

Menurutnya, anggaran dana desa tahun lalu mencapai Rp 70 triliun. Di mana setiap desa mendapatkan dana antara Rp 900 juta sampai Rp 4 miliar.

Di mana, serapan dana setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada awal pelaksanaan penyerapan hanya 82 persen serta kemudian naik menjadi 97 persen dan pada 2018 naik menjadi 99 persen.

Dana itu ujar Eko, digunakan untuk membangun sejumlah sarana. Seperti membangun jalan desa sepanjang 200 ribu kilometer serta satu juta unit sarana air besih.

Pencapaian tersebut, kata Eko, diapresiasi banyak negara di dunia. Hal itu juga membuktikan Presiden Joko Widodo melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Di sisi lain, Kemendes PDTT ditargetkan mengentaskan lima ribu desa tertinggal sampai akhir 2019. Tapi hingga Mei 2018 pengentasan desa tertinggal melampaui target mencapai tujuh ribu. Selain itu pemerintah menargetkan 2.000 desa mandiri serta yang tercapai 2.700.

Ke depan, dana desa juga digunakan untuk selain infrastruktur. Terutama pemberdayaan ekonomi desa.

Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar menambahkan, pembangunan desa dengan menyalurkan dana desa terbukti berhasil serta harus terus berhasil. “Syaratnya pelaku pembangunan di desa benar-benar bertanggung jawab transparan serta akuntabel,” tandasnya.

Muhaimin menjelaskan, program dana desa itu sukses serta akan menjadi contoh pembangunan dari bawah. Dana itu lebih efektif dibandingkan digelontorkan dari atas.

“Semua kementerian pada akhirnya meniru model dana desa,” imbuh Muhaimin. Termasuk pada cara kerja serta pelaksaanannya di desa sehingga pembangunan merata.

Menurut Muhaimin, desa harus maju sebab mayoritas warga tinggal di desa. “Sehingga selayaknya perputaran uang harus banyak di desa. Tapi untuk itu memerlukan sumber daya manusia yang mampu mengelola dana pembangunan terutama di desa,” pungkasnya. (red)

Lihat Juga...