Sandiaga Serahkan Penilaian kepada Masyarakat Usai Debat

SUKABUMI — Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno menyerahkan penilaian hasil debat pertama kepada masyarakat. Hal itu disampaikan pada saat melakukan kunjungan ke Kota Sukabumi, belum lama ini.

“Alhamdulilah bersyukur telah selesai debatnya, namun urusan menang kalah masyarakat yang menilainya,” kata Sandiaga Uno kepada wartawan di Sukabumi.

Dalam bidang hukum kata Sandiaga, pasangan Prabowo-Sandi akan memberantasnya sampai ke akar-akarnya. Di mana pada 2019 ini peran penegakan hukum dalam hal korupsi memasuki babak baru. Salah satu program yang ditawarkan dengan menambah jumlah penyidik KPK.

Dalam bidang terorisme, tutur Sandiaga, terorisme pun harus dikikis. Sementara untuk HAM akan disediakan lapangan kerja untuk masyarakat.

Di sisi lain dalam kunjungannya, Sandiaga mendapatkan sambutan dari kalangan milenial di Kota Sukabumi. Di mana ratusan generasi milenial menyambut antusias kedatangannya dalam acara gerakan milenial Indonesia (GMI) di Gedung Juang 45 Sukabumi.

“Kunjungan ke Sukabumi dengan milenial, mereka sangat semangat,” tandas Sandiaga Uno kepada wartawan disela-sela acara.

Dari sambutan itu, ia menangkap milenial menginginkan adanya perubahan. Di mana kata Sandiaga, mereka tidak hanya ingin menjadi penonton akan tetapi menjadi pemain. Selain itu mereka menginginkan kesempatan serta meraih peluang untuk maju dan sukses.

Sandiaga menuturkan, ada pesan yang disampaikannya kepada generasi milenial. Terutama mengajak generasi milenial bila ingin menjadi pemain harus membuka usaha serta menciptakan lapangan kerja. Terlebih saat ini mencari pekerjaan susah.

Di bawah Prabowo-Sandi ungkap Sandiaga perizinan akan dipermudah serta memberikan pelatihan. Selain itu akan dibantu akses pemasaran serta permodalan melalui program Oke Oce.

Sandiaga menuturkan, ada tiga kekuatan yang akan perlukam untuk mendongkrak generasi milenial. Hal itu yakni pelatihan, pendampingan, keuangan atau permodalan. Hal itu menjadi janji nyata pasangannya untuk membuka lapangan kerja dengan menitikberatkan pada hal tersebut.

Terlebih, di Kota Sukabumi informasinya masih ada 20 ribu orang pengangguran. “Kenapa pecah (sambutan) karena milenial antusias menyambut perubahan,” cetus dia. (rol)

 

Lihat Juga...