Wali Kota Sukabumi Giatkan Gerakan PSN

SUKABUMI–Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengeluarkan surat edaran gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kebijakan itu diambil menyusul bertambahnya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di tengah masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi belum lama ini. Hal itu disampaikan disela-sela mengikuti gerakan PSN di daerah yang terdapat kasus penyakit DBD di Sindangsari, Kecamatan Lembursitu.

Penyebaran DBD tutur Fahmi berawal dari jentik nyamuk yang ada di genangan air bersih. Pemkot berupaya memastikan agar air yang tergenang tersebut dapat dicegah dengan gerakan PSN.

Karena itu,pemkot mengeluarkan surat edaran gerakan PSN agar digiatkan di tengah masyarakat. Caranya dengan menggalakan kegiatan 3M Plus berupa menguras tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk atau menguburnya.

“Targetnya gerakan ini dapat menekan kasus DBD yang di awal tahun mulai naik. Dari awal Januari 2019 sampai saat ini tercatat 50 kasus DBD serta satu diantaranya meninggal dunia,” imbuhnya.

Fahmi menjelaskan, pemkot belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB). Sebabnya kasus DBD di Kota Sukabumi belum mengalami kenaikan sebanyak dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. “Di mana saat ini pemkot baru mengeluarkan surat edaran gerakan PSN,” tuturnya.

Penyebaran kasus DBD terang Fahmi menyebar di sejumlah kecamatan di Kota Sukabumi. Salah satunya yang menjadi perhatian di Kecamatan Lembursitu sebab ada temuan kasus DBD yang masih dalam penanganan di rumah sakit serta satu orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Ritaneny menambahkan, kasus DBD di awal 2019 ini memang mengalami kenaikan dibandingkan dengan sebelumnya.’’ Tapi belum masuk dalam KLB karena meningkatnya belum mencapai dua kali lipat,’’ cetusnya.

Dari data yang dihimpun, kasus DBD ini menyebar di sejumlah wilayah yang padat dengan permukiman. Di antaranya Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu, Kelurahan Subangjaya Kecamaan Cikole, Kelurahan Nanggeleng Kecamatan Citamiang dan Kecamatan Cibeuruem.

Ritaneny menjelaskan, adanya satu orang warga yang meninggal dunia karena sudah masuk fase Dengue Shock Syndrome (DSS). Jadi ke depan warga diminta agar berhati-hati ketika menderita gejala DBD dengan segera memeriksakannya ke dokte atau fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, dinkes juga menggalakan gerakan satu rumah satu rumah satu jumantik (G1RIJ). Di mana masyarakat ikut memantau jentik nyamuk di sekitar rumahnya serta memastikan dapat memberantas tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah.

“Dinkes juga menyiapkan Abate untuk dimanfaatkan warga dalam mencegah berkembangbiaknya nyamuk DBD. Serbuk Abate ini diberikan secara gratis dan tersedia di setiap puskesmas,” pungkasnya. (rol)

Lihat Juga...