Kejadian Luar Baiasa DBD Belum Ditetapkan Pemkot Sukabumi

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi Jawa Barat belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue. Padahal di saat yang sama ada kenaikan angka kasus penyebaran DBD di Kota Sukabumi”Untuk status KLB belum kami tetapkan, sebab peningkatan kasus DBD belum berlipat ganda, meskipun ada kenaikan,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi di Sukabumi, Sabtu (26/1).

Menurutnya, yang terpenting saat ini yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di seluruh daerah di Kota Sukabumi khususnya di daerah-daerah endemik DBD. Meski demikian, bukan berarti di suatu tempat ada warga yang terjangkit penyakit yang dapat mematikan ini ada sarang nyamuk, bisa saja digigitnya di tempat lain.

Lanjut dia, DBD sumbernya dari sarang nyamuk di air yang tergenang, kemudian pihaknya telah memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar melakukan bersih 3 M secara teratur. Selain itu, masyarakat juga harus dapat meningkatkan daya tahan di musim hujan ini.

Pihaknya telah melakukan pemetaan, namun karena penyakit itu menyebar tidak hanya di satu wilayah.”Daerah endemik tidak hanya di satu daerah saja tetapi menyebar di beberapa titik, tapi kami lebih fokus di Kecamatan Lembursitu sebab daerah ini ditemukan ada warganya yang meningga akibat DBD,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ritanenny menjelaskan sampai minggu terakhir Januari 2019 jumlah warga yang terjangkit DBD sebanyak 50 orang, jumlah itu belum dua kali lipat dibandingkan tahun lalu di periode yang sama. Sehingga pihaknya belum menetapkan DBD itu sebagai KLB.

“Ditetapkan KLB atau tidak yang penting adalah langkah pencegahan serta edukasi kepada masyarakat supaya mengetahui gejala awal tertular penyakit itu sehingga tidak telat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tandasnya.(rol)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan