Marak DBD, Warga Desa Bojongkalong Minta Fogging

NYALINDUNG — Maraknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disikapi Pemerintah Desa Bojongkalong, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bekerjasama dengan pihak kesehatan setempat dengan melakukan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Aula Desa Bojongkalong Selasa, (29/01). Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, telah ditemukan kasus positif DBD di Kampung Cimenga Dan Kampung Tonjong.

Kepala Desa Bojongkalong Asep Sutisna diwakili Kaur Pelayanan Umum Desa Bojongkalong Usep mengatakan, penyebab munculnya DBD kemungkinan besar disebabkan beberapa faktor salah satunya cuaca ekstrim. “Dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan PHBS dilingkungannya. Untuk itu, kami bekerjasama dengan pihak puskesmas mengadakan penyuluhan bagaimana menghindari dan meminimalisir penyakit DBD tersebut,” kata Usep kepada www.sukabumizone.com Selasa, (19/01).

Menurutnya, masyarakat berharap pihak kesehatan melakukan pengasapan atau fogging. Namun, sampai saat ini harapan masyarakat belum dapat dikabulkan. “Pasalnya, pihak kesehatan mengatakan untuk melakukan fogging harus menempuh beberapa proses sesuai prosedur Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi seperti yang diatur dalam Peraturan Mentri Kesehatan RI,” tuturnya.

Sehingga, lanjut Usep pihak kesehatan memberikan saran untuk melakukan fogging dengan anggaran swadaya masyarakat. ” Untuk saat ini, saran yang diberikan pihak kesehatan kepada kami masih dipertimbangkan,” jelasnya.

Sementara itu, dengan adanya temuan kasus DBD banyak warga yang menyayangkan dan menilai bahwa program penanganan DBD kurang efektif. “Karena, dalam program pemberantasan DBD pihak kesehatan tidak melengkapinya dengan obat fogging atau reagennya. Sehingga, dalam keadaan darurat sulit untuk memberantas nyamuk DBD dewasa, ” pungkasnya. (Restu/Agus)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan