Dugaan Kasus Penistaan Agama Ditangani MUI Sukabumi

SUKABUMI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Jawa Barat, menangani dugaan penistaan agama yang dilakukan seorang anak jalanan. Seorang remaja berinisial MF (20) diduga mengunggah status yang melecehkan agama Islam di media sosial (medsos).

Unggahan itu direspons Ormas Islam yang langsung mendatangi remaja warga Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya MF diserahkan kepada Polres Sukabumi Kota.

“Ada peristiwa, anak jalanan MF tiba-tiba membuat kalimat di Facebook diduga menghina Agama Islam,” ungkap Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muh Kusoy kepada wartawan di Kantor MUI Kota Sukabumi belum lama ini.

Hal itu disampaikan di sela-sela kegiatan yang mempertemukan antara MF dengan Ormas Islam dihadiri aparat kepolisian.

Menurutnya, dari pengakuan MF yang memasukkan kalimat dugaan penistaan agama ke media sosial bukan dirinya. Pasalnya, ia mengaku tidak mempunyai telepon genggam serta mengakses internet melalui warnet.

Meskipun demikian, MF telah meminta maaf baik kepada ibu kandungnya, tokoh ulama, serta umat Islam. Sementara untuk proses hukum kini dalam penanganan Polres Sukabumi Kota.

Selain meminta penjelasan dari MF tutur Kusoy, MUI juga berperan dalam memberikan pembinaan. Rencananya MF akan dimasukkan ke pesantren yang ada di Kota Sukabumi.

Ibu kandung MF, DR (40) menjelaskan, ia meminta maaf atas tindakan anaknya itu. “Saya meminta maaf serta mendukung anak saya dimasukkan ke pesantren,” jelas dia. (red)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan