Pebaikan Jalan Cipicung-Buniwangi Terkendala Status Kepemilikan Lahan

NYALINDUNG — Miris nasib para siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Buniwangi Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pasalnya, setiap hari mereka harus rela berjalan kaki melalui akses Jalan Cipicung yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Dari informasi yang diperoleh www.sukabumizone.com menyebutkan, jalan tersebut memiliki panjang 800 meter berada di dua kedusunan yakni Kedusunan Lebak Nangka dan Buniayu.

“Sekolah ini telah berdiri sejak 1972. Namun, sampai saat ini akses jalan menuju sekolah belum pernah tersentuh pembangunan atau pengaspalan. Kondisi jalan masih berbatu dan tanah merah. Apalagi dimusim hujan jalan itu sangat becek sehingga tidak layak untuk dilalui,” ungkap Kepala Desa Kertaangsana Agus Sudrajat ketika disambangi www.sukabumizone.com di ruang kerjanya Rabu, (06/03).

Menurut Agus, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah yang di atas melalui pihak kecamatan. Namun, ada kendala yang cukup rumit dimana status jalan tersebut merupakan milik dari Perum Perhutani sehingga sulit tersentuh pembangunan.

” Kami telah berusaha melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Akan tetapi masalahnya cukup sulit untuk dipecahkan jadi sampai saat ini belum ada kepastian,” ujarnya.

Selama ini tutur Agus, perbaikan jalan tersebut hasil dari swadaya masyarakat. Sebab, dana desa tidak dapat dipergunakan sebelum status jalan itu diubah mejadi jalan desa. “Untuk itu, kami sangat berharap pihak Perum Perhutani ada Tanggung jawab dana Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat dipergunakan untuk membangun jalan ini,” tandasnya.

Ia menambahakan, selain Jalan Cipicung ada juga Jalan Lebak Nagka – Nagrak yang statusnya sama masih milik Perum Perhutani sepanjang tiga kilo meter. “Dan sampai saat ini kondisinya rusak berat. Hal ini, jelas sangat berpengaruh pada sulitnya perkembangan ekonomi masyarakt, pendidikan dan kesehatan,”imbuhnya.

Lajutnya, untuk jalan yang bersetatus milik desa di Lebak Nangka dan Nagrak telah dibangun sepanjang 700 meter pada 2017-2018 lalu. “Dan untuk 2019 ini kami akan membangun sekitar 400 meter dari Dana Desa tahap dua,” imbuhnya.

Ia berharap, ada bantuan dari pihak Perum Perhutani, Pihak Kecamatan Nyalindung, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memecahkan masalah itu. ” Kami harap semua pihak dapat membantu demi kepentingan masyarakat di desa kami,” harapnya.

Di tempat berbeda, Camat Kecamatan Nyalindung Antono melalui Sekretaris Kecamatan Nyalindung Ana Rudian Nugraha membenarkan, bahwa perbaikan Jalan Cipicung ke Buniwangi dan Jalan Lebak Nangka-Nagrak yang masih berstatus milik Perum Perhutani sulit dilakukan pemerintah desa.
“Sampai saat ini kami menunggu surat resmi dari pemerintah desa sehingga kami memiliki dasar yang kuat. Sementara pihak kecamatan menunggu dan terus berkoordinasi dengan pemerintah yang di atas,” paparnya.

Ia berharap, pihak perhutani bisa mengijinkan jalan itu dibangun pemerintah desa dan langsung dituangkan dalam berita acara. “Jadi bukan hanya mengijinkan sebatas lisan saja. Selian itu, perlu diketahui bahwa ada kewenangan-kewenangan yang juga harus diperhatikan,” pungkasnya.(Ginanjar)

 

Lihat Juga...