Tanah Longsor Kembali Merusak Satu Rumah Warga di Ciemas Sukabumi

SUKABUMI–Bencana longsor menerjang dua titik berbeda di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Kamis (7/3). Dampaknya, sebanyak satu unit rumah warga alami rusak berat serta dua unit lainnya dalam kondisi terancam.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, titik longsor pertama terjadi di Kampung Cibungur RT 01 RW 03 Dusun Tegal Panjang, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi pada Kamis sekitar pukul 05.00 WIB. Sementara titik kedua di Kampung Kabandungan RT 08 RW 08, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

“Informasi dari petugas bencana yang terjadi di Ciemas setelah hujan deras yang disertai angin kencang,’’ ungkap Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman kepada wartawan. Di mana bencana tersebut menyebabkan satu rumah warga mengalami rusak berat.

Namun, sebelum kejadian rumah itu memang dalam keadaan lapuk. Rumah yang rusak itu adalah milik Dadan (45) yang ditempati 1 kepala keluarga (KK) serta terdiri atas tiga jiwa.

Beruntung dalam kejadian itu tidak ada warga yang menjadi korban jiwa. Bencana tersebut hanya mengakibatkan kerugian yang ditaksir sekitar Rp 5 juta.

Setelah kejadian, petugas penanggulangan bencana (PB) BPBD langsung mendatangi lokasi longsor. Upaya penanganan melibatkan Pemerintah Desa Sidamulya, Babinsa Sidamulya, Babinkabtibmas Sidamulya, serta unsur muspika Kecamatan Ciemas.

Eka menjelaskan, korban bencana saat ini membutuhkan pakaian atau perlengkapan sekolah untuk perempuan serta untuk anak pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebabnya di rumah yang rusak itu ada dua orang anak yang masih sekolah.

Di tempat terpisah bencana longsor mengancam dua unit rumah di Kampung Kabandungan RT 08 RW 08, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. ‘’ Hujan dengan intensitas cukup deras serta lama sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor dan mengancam dua unit rumah,’’ kata Eka.

Dua rumah tersebut adalah milik Yusuf serta Robeah yang ditempati dua KK dan terdiri atas 5 jiwa. Longsor juga mengancam masjid jamie yang ada di perkampungan itu.

Eka menerangkanm petugas BPBD telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Ke depan warga di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspadai menghadapi kemungkinan longsor.

Sebelumnya Bupati Sukabumi Marwan Hamami telah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang siaga darurat bencana banjir dan longsor pada 1 November 2018 lalu. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat penanganan bencana di lapangan.

Ketentuan itu yakni Keputusan Bupati Nomor 360/Kep.620-BPBD/2018 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor serta Pergerakan Tanah di Kabupaten Sukabumi tahun 2018-2019. Masa berlakunya status tersebut mulai 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019. (red)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan