Enam Puluh Persen Petani Selatan Sukabumi Tanam Semangka dan Blewah

SUKABUMI — Sekitar 60 persen petani di selatan Kabupaten Sukabumi beralih menanam buah-buahan diantaranya semangka, blewah, serta melon. Itu dikarenakan petani menilai jenis buah-buahan akan menjadi incaran pada saat bulan Ramadhan yang akan datang.

“Setelah panen padi, sekitar 60 persen petani di Kecamatan Surade serta Jampang Kulon beralih ke buah-buahan,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Surade H Sahlan Minggu (10/03). Sementara sekitar 30 hingga 40 persen masih menanam padi.

Peralihan ini disebabkan para petani berharap dapat memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan buah-buahan pada bulan puasa yang sebentar lagi tiba. Buah-buahan itu seringkali menjadi menu untuk berbuka puasa bagi sebagian warga.

Jenis buah-buahan yang ditanam seperti semangka, blewah, serta melon. Sementara jenis tanaman lainnya yang cukup banyak ditanam adalaha kacang kedelai.

“Produk pertanian lokal buah-buahan itu sebagian besar dipasok untuk wilayah Sukabumi dan sekitarnya serta sebagian lainnya ke luar daerah yakni Jakarta. Buah-buahan yang diproduksi Sukabumi tidak kalah kualitasnya bila dibandingkan dari daerah lain,” ujarnya.

Ia menuturkan, kebiasaan menanam buah-buahan menjelang bulan puasa sudah dilakukan sejak 2010 lalu. Harpannya para petani dapat mendapatkan keuntungan yang lumayan ketika memasuki bulan puasa. “Hasil ini akan ditambah dengan panen padi yang juga ditanam sebagian petani,” tuturnya.

Lanjut Sahlan, peralihan jenis tanaman dari padi ke buah-buahan atau palawija disebabkan pula oleh faktor cuaca. Di mana guyuran hujan di wilayah selatan Sukabumi tidak merata. Padahal areal persawahan padi di selatan Sukabumi sangat tergantung sarana pengairannya pada turunnya hujan atau sawah tadah hujan.

Wilayah selatan bisa menjadi potensi untuk pengebangan agrowisata. Sebab di daerah itu banyak terdapat produk pertanian lokal yang kualitasnya unggul serta tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

“Saat ini belum teroptimalkan promosinya kepada masyarakat luas. Ke depan potensi agrowisata itu dapat lebih dimaksimalkan dengan adanya promosi dari pemerintah,” cetusnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sudrajat menambahkan, Pemkab Sukabumi tengah serius melakukan pengembangan kawasan buah-buahan. Seperti tanaman pisang yang dipusatkan di selatan Sukabumi terutama di sekitar kawasan Geopark Ciletuh atau Pajampangan.

Jenis buah lainnya seperti manggis yang telah sejak lama dikembangkan di Sukabumi terutama di Kecamatan Cikembar serta daerah sekitarnya. “Buah-buahan lainnya yang menjadi unggulan Sukabumi adalah mangga dan durian,” tandasnya.

Menurutnya, pemeliharaan komoditas tanaman buah-buahan itu harus dilakukan dengan baik. Terutama dari serangan hama atau organisme penganggu tanaman (OPT).

Ia menjelaskan, pemerintah berharap pengembangan kawasan buah-buahan itu dapat menjadikan Sukabumi sebagai sentra penghasil buah-buahan. “Terlebih selama ini buah-buahan dari Sukabumi telah dipasok untuk memenuhi kebutuhan daerah lain,” imbuhnya.

Misalnya durian yang dihasilkan di Kecamatan Cikakak. Di mana buah itu biasanya telah dipesan oleh warga di luar Sukabumi khususnya Jakarta. “Padahal buah itu masih berada di pohon,”pungkasnya. (red)

Lihat Juga...