Imigrasi Sukabumi Akan Mendeportasi WNA Asal China

SUKABUMI– Dua orang warga negara asing (WNA) asal China segera dideportasi ke negaranya. Keduanya merupakan bagian dari tujuh orang WNA asal China yang diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi Jawa Barat di lokasi pembangunan pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi Rabu (27/3) lalu.

‘’Ada tujuh orang asing warga Tiongkok yang diamankan tim pengawasan,’’ kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi Nurudin kepada wartawan belum lamai ini. Dari tujuh orang itu sebanyak dua orang diantaranya merupakan pemegang izin tinggal kunjungan.

Menurutnya, dua orang pemegang izin tinggal kunjungan itu melakukan kegiatan tidak sesuai dengan izin tinggal. Sehingga terhadap kedua orang itu akan menjalani proses lebih lanjut minimal upaya deportasi ke negaranya.

“Mereka tidak sesuai secara keimigrasian Apalagi, izin tinggal terhadap keduanya telah dibatalkan serta mereka kini berada di ruang detensi Imigrasi Sukabumi,” ungkapanya.

Nurudin menjelaskan, upaya deportasi itu masih belum dapat dipastikan waktunya sebab masih dilakukan pengambilan keterangan serta masih ada waktu 30 hari. “Imigrasi juga telah berkirim surat ke Kedutaan Besar (Kedubes) China di Jakarta mengenai permasalahan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu empat orang lainnya kata Nurudin merupakan pemegang kartu izin tinggal terbatas (Kitas) dari Jakarta serta satu orang pemegang Kitas dari Kantor Imigrasi Sukabumi. Khusus pemegang Kitas dari Sukabumi sudah langsung dikembalikan serbab secara adminitsrasi serta kegiatan tidak ada masalah.

‘’ Untuk pemegang Kitas dari Imigrasi Jakarta secara formal legal dan izin tinggal ada dan wilayah kerja terpenuhi,’’ ungkap Nurudin. Tapi mereka hanya bermasalah serta tidak melaporkan keberadaannya terkait perubahan tempat ke Kantor Imigrasi Sukabumi.

Rencananya, terhadap ke empat WNA ini akan dilepaskan sebab sifat pelanggaran hanya administrative. Ke depan Imigrasi akan mendorong perusahaan agar memahamkan WNA tersebut untuk melakukan pelaporan terkait perubahan identitas, kewarganegaraan, pekerjaan, penjaminnya dan lain-lain ke kantor imigrasi dimana berada. “Harapannya setelah diberi peringatan itu mereka akan patuh. Sebalinya jika mereka setelah diberikan peringatan tidak mematuhinya maka akan diamankan atau ditindak lagi sesuai aturan yang berlaku,” paparnya.

Penindakan ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa informasi adanya ratusan tenaga kerja asing (TKA) di satu perusahaan Sukabumi yang menyebar di media sosial tidak benar adanya. ‘’ Setelah dicek ternyata hanya ada tujuh serta tidak benar ada ratusan,’’ pungkasnya. (rol)

Lihat Juga...