Pembangunan Dua Titik Jalan Desa Bojongkerta Capai Seratus Persen

WARUNGKIARA — Meningkatkan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan merupakan tugas utama pemerintah pusat maupun daerah. Salah satunya, dengan gencarnya pembangunan infrastruktur dari tingkat bawah sampai tingkat atas. Misalnya saja, pembangunan infrastruktur jalan desa di Desa Bojongkerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, melalui Dana Desa (DD) tahap satu dan dua 2019 yang bersumber dari APBN.

“Alhamdulillah saat ini kami sudah menuntaskan pembangunan jalan desa di Kampung Ciseureuh RT 01,02 RW 06 dari DD tapah satu 2019 dan di Kampung Mangga Dua RT 03 Rw 11 dari DD tahap dau 2019,” kata Kepala Desa Bojongkerta Ukon Mutahar diwakili Sekretaris Desa Bojongkerta Nourmageni saat disambangi www.sukabumizone.com Rabu, (15/05).

Menurutnya, volume pembangunan di Kampung Ciseureuh yakni panjang 600 meter kali 2,3 meter dengan kisaran anggaran sebesar Rp. 145.000.000,-. “Sedangkan, volume pembangunan di Kampung Mangga Dua yaitu panjang 300 meter kali 2,3 meter dengan anggaran sebesar Rp. 72.500.000,-. Jadi total keseluruhan untuk membangun dua titik jalan desa ini anggarannya kurang lebih Rp.218.000.000,- juta,” ujarnya.

Disinggung mengenai kendala yang dijumpai pada proses pembangunan ia menuturkan, kendala yang kerap terjadi ketika melakukan pembangunan jalan adalah ketersediaan alat berat dari pemerintah kabupaten dan faktor cuaca. “Apalagi saat serentak adanya pembangunan alat berat sudah barang tentu sulit diperoleh. Untuk itu, kami meminta pihak penyedia alat berat ini dapat menambah alat yang dimiliki saat ini sebab jelas-jelas setiap tahun kurang. Dalam proses pengerjaan di lapangan tidak ada kendala lagi paling faktor cuaca,” tuturnya.

Menurutnya, seluruh pembangunan telah menjadi skala prioritas 2019 hasil dari musyawarah tingkat kedusunan sampai ke tingkat desa bahakan Kabupaten Sukabumi. “Pembangunan di Kampung Ciseureuh sendiri menjadi pilihan hasil musyawarah. Sebab, dengan adanya jalan yang memadai layak dan aman dilalui maka, diharapkan kampung dengan 100 kepala keluarga dua RT dan satu RW 11 yang juga merupakan salah satu penghasil pertanian terbesar di desa kami yakni 60 hektar dapat terus berkembang sebagai pemasok beras terbesar,” imbuhnya.

Disisi lain ia menambahkan, selain pembangunan jalan pemdes  juga telah membeli sebuah mobil Ambulance dengan anggaran sebesar Rp. 188.000.000,-.”Ambulan ini sangat penting fungsinya cukup dibutuhkan. Misalnya, apabila ada warga yang sakit, hendak melahirkan dan lain-lain ambulan ini selalu siaga 24 jam,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat dapat terus mendukung sitiap perogram yang digulirkan pemerintah desa.” Tentu tanpa dukungan dari semua elemen program kami tidak akan berjalan sebagai mana mestinya. Kami pun bermimpi desa ini menjadi salah satu desa wisata pertanian yang ada di Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan mimpi ini tercapai,” pungkasnya. (Ginanjar)

Lihat Juga...