Capai Triliunan Perputaran Uang di Sukabumi Selama Ramadhan

SUKABUMI — Sepanjang Ramadhan 1440 Hijriyah sampai malam takbir Pemerintah Kota Sukabumi, memprediksi perputaran uang di Kota Sukabumi, mencapai triliunan rupiah. Tingginya perputaran uang selama Ramadhan dikarenakan daerah ini merupakan pusat perdagangan di Jawa Barat (Jabar).

“Data pastinya saya belum mendapatkan laporan, namun melihat intensitas warga yang berbelanja bahkan tidak hanya dari dalam Kota Sukabumi saja diperkirakan perputaran uangnya mencapai triliunan rupiah,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di Sukabumi, belum lama ini.

Menurutnya, sejak awal Ramadhan pusat perdagangan seperti pasar tradisional serta pasar modern tidak henti-hentinya dipadati konsumen yang awalnya hanya membeli bahan makanan serta minuman untuk menjalani ibadah puasa.

Namun, mendekati lebaran warga yang datang ke lokasi perbelanjaan membeli berbagai macam pakaian untuk dipakai di Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Puncaknya pada malam takbiran ini, ribuan warga memadati pusat-pusat perbelanjaan mulai dari Jala RE Martadinatam, Achmad Yani sampai Ciwangi.

Warga yang berbelanja ternyata tidak hanya dari dalam Kota Sukabumi saja namun ada yang dari Cianjur, Kabupaten Sukabumi hingga Banten. Tentunya momen ini pun dimanfaatkan pedagang kaki lima (PKL) musiman untuk meraup keuntungan.

Dari pantauan di lokasi berbagai jenis pakaian dijual PKL musiman itu dari yang Rp10 ribu hingga Rp100 ribu. Bahkan pada pukul 23.00 WIB pedagang mulai mengobral barang dagangannya dengan diskon hingga 75 persen lebih.

Bukan hanya penjual pakaian pakaian, pedagang bunga potong tidak ingin kalah untuk meraup rejeki di hari kemanangan ini. Bahkan, omset atau keuntungan bersih pedagang rata-rata hingga Rp3 juta.

Pedagang yang menjajakan barang dagangannya itu tidak hanya dari Sukabumi bahkan ada yang datang sengaja dari Padang, Sumatera Barat serta Sumatera Utara dan beberapa dari DKI Jakarta dan Kabupaten Sukabumi.

Seperti pedagang pakaian Azwar warga DKI Jakarta mengatakan, barang dagangannya itu berasal dari Pasar Tanah Abang Jakarta. Dirinya telah sepekan berjualan di Kota Sukabumi dengan keuntungan rata-rata perharinya hingga Rp 3 juta.

“Setiap tahun saya datang ke Sukabumi sebab bagus konsumennya dan pakaian yang saya jual selalu laris,” pungkasnya.(rol)

Lihat Juga...