Di Sukabumi, Puluhan Wisatawan Jadi Korban Sengatan Ubur-Ubur

SUKABUMI — Jumlah wisatawan yang menjadi korban sengatan ubur-ubur saat berenang di beberapa objek wisata laut selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat capai 92 orang. Mayoritas korban sengatan ubur-ubur yakni anak-anak seusia pelajar SD.

“Seluruh korban yang tersengat ubur-ubur langsung ditangani tim medis di posko pengamanan dengan cara membersihkan luka sengatan ubur-ubur dengan alkohol serta memberikan obat penghilang mual atau pusing,” ujar Relawan ProBumi Indonesia, Asep Has yang terlibat dalam penanganan serangan ubur-ubur di Palabuhanratu belum lama ini.

Kondisi korban yang tersengat ubur-ubur mengalami, pusing, mual, lemah serta gatal di area luka di kulit bekas sengatan hewan tidak bertulang belakang ini. Tetapi, setelah diberikan tindakan medis dari tim medis puskemas serta Dokpol Polres Sukabumi seluruh korban kondisi kesehatannya langsung membaik dan tidak ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit.

Serangan ubur-ubur itu terjadi di beberapa objek wisata pantai mula dari Pantai Karangpapak, Karanghawu, Citepus, Sanset serta titik lainnya. Bahkan, penyebaran ubur-ubur itu semakin meluas karena terbawa arus serta gelombang laut.

Sengatan ubur-ubur itu dapat berbahaya jika tidak segera ditangani secara medis sebab hewan yang disebut Pulus Jalatrong mempunyai racun yang cukup berbisa di setiap tentakelnya. Bahkan reaksinya sangat cepat, seperti wisatawan yang tersengat, hanya dalam beberapa menit saja merasakan pusing, mual-mual serta gatal.

“Ubur-ubur yang berhasil ditangkap langsung kami musnahkan dengan cara dibakar. Namun, karena jumlahnya sangat banyak kami hanya mengambil yang terlihat mengambang di laut serta terdampar di pasir pantai,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Operasi dan SDM Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepulah mengatakan sebenarnya pihaknya telah mengingatkan wisatawan agar tidak berenang karena saat ini pantai banyak ditemukan ubur-ubur.

Akan tetapi sayangnya imbauan dengan pengeras suara tidak diindahkan dan baru ada korban wistawan mau beranjak dari pantai. Dengan kejadian serang ubur-ubur itu ada hikmahnya juga, karena wisatawan jangan yang mengindahkan imbauan dari petugas penjaga pantai.

“Sebab, dengan pengeras suara, bendera serta peluit sama sekali wisatawan tidak peduli. Namun, setelah jatuh korban wisatawan tanpa dikomandoi meninggalkan area pantai,” pungkasnya. (rol)

Lihat Juga...