Mengenal Gentengbaai Soekaboemi Dikenal Saat Ini Sebagai Ujung Genteng

SUKABUMI KAB — Mungkin masyarakat semua asing dengan kata Gentengbaai yang lebih dikenal sekarang sebagai Ujung Genteng teletak di Pesisir Pantai Ujung Genteng Kabuapten Sukabumi Jawa Barat.

Menurut Catatan Sejarah “Ujung Genteng” diambil dari kata Ujung Gunting, yang memang kalau diperhatikan bentuk tanjungnya mirip gunting dengan celah kecil ditengah sebagai akses penghubung.

Tak heran bila para penjelajah Eropa di masa Abraham Van Reebek sebelum tahun 1708 menamainya demikian, bersama Zandbaai (Ciletuh) & Wijnkoopsbaai (Pelabuhan ratu).
Kawasan ini dinilai memiliki posisi Strategis sebagai pelabuhan bongkar muat hasil perkebunan diantaranya kopra dan karet.

Selain untuk hasil perkebunan, Ujung Genteng juga Strategis untuk pertahanan, pos intai Militer, terutama AL- AU, dengan kelebihan tanjung yang menjorok jauh ketengah laut sehingga dengan leluasa bisa mengintai ke semua arah. Dalam kajian geostrategi dan geopolitik untuk yang satu ini baik Militer Belanda, Sekutu maupun Jepang memiliki penilaian yang sama.

Terbukti dengan di Realisasikannya pembangunan Lanud militer, Pillbox (kubu penembak), Jaringan parit penghubung Pillbox, Menara pengawas, bahkan baterai radar.

Satu hal yang jarang diketahui oleh generasi milineal bahwa di kawasan Ujung Genteng pernah dibangun jaringan lori untuk pengangkutan hasil perkebunan dari areal penanaman ke lokasi pergudangan juga Dermaga, bahkan sekitar tahun 1920 an pemerintah kolonial sudah merancang proyek besar transfortasi KA lintas selatan yang Otomatis akan melalui kawasan ini, mulai dari daerah Saketi- Bayah (Banten) yang baru terealisasi kemudian di era militer Jepang 1942- 1945.

Jalur KA juga direncanakan berlanjut ke Pelabuhan ratu- Sepanjang Pesisir pantai selatan Sukabumi- Cianjur selatan- Garut selatan- pesisir Tasik malaya- pesisir Banjar dan berakhir di pelabuhan bongkar muat Cilacap, meskipun rencana tersebut tak bisa terwujud karena pemerintah kolonial Hindia Belanda membatalkannya karena faktor Malaise/ krisis Moneter akibat Perang dunia 1 serta ancaman invasi Jepang.

Informasi tentang Gentengbaai ini tersaji melalui Kegiatan Eksplorasi KIM JSS bekerjasama dengan Diskominfo Persandian Kabupatan Sukabumi melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik.

Sumber: (KIM Jelajah Sejarah Soekaboemi, KITLV Leiden, De Preanger Bode 23 September 1923, Catatan keluarga Kerkhoven)
red : www.sukabumizone.com

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan