PPDB, SMAN 1 Sukabumi Terapkan Sistem Antrean

SUKABUMI — Upaya mengatasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) yang berdesak-desakan di sekolah terus dilakukan. Salah satunya dilakukan sekolah di Kota Sukabumi diantaranya SMA Negeri 1 Sukabumi yang menerapkan sistem antrean.

”PPDB 2019 merupakan perbaikan dari tahun sebelumnya,” kata Kepala SMAN 1 Sukabumi Asep Sukanta kepada wartawan Rabu (19/6). Harapannya pemerintah melakukan ini supaya pelaksananya lancar dan aman.

Menurut Asep, meskipun mungkin ada warga yang belum paham PPDB namun pada saat proses tetap disosialisasikan. Termasuk sistem zonasi dalam PPDB baik jalur murni dari jarak rumah ke sokolah, kombinasi jarak dan nilai, prestasi keluarga ekonomi tidak mampu serta anak berkebutuhan khusus.

”Insya Allah PPDB berjalan lancar serta prinsipnya untuk pemerataan dalam bidang pendidikan,” imbuhnya. Targetnya agar sekolah di lingkungan diisi oleh warga sekitarnya.

Mudah-mudahan, tidak ada gangguan serta kendala dalam PPDB. Caranya dengan menampung maksimal sebanyak 250 orang per hari dari pukul 08.00 WIB sampai Pukul 16.30 WIB.

”Kami menerapkan sistem antrean misalnya untuk hari pertama tersisa untuk hari berikutnya dan selanjutnya,’ kata Asep. Upaya ini supaya warga mendapatkan kenyamanan serta tidak berdesak-desakan dengan memfasilitasi kursi.

Di sisi lain, dengan sistem zonasi pendaftar bisa melihat sendiri di Google Maps rumah dan jalannya di mana. Sehingga proses PPDB sistem zonasi dilakukan secara terbuka.

“Jumlah kuota siswa di SMA 1 Sukabumi mencapai sebanyak 12 rombongan belajar (rombel) serta secara umum memang berjumlah seperti itu. Di mana satu rombel ada yang berisi 32 orang dan 36 orang siswa,” tandasnya.

Cica Aisyah (42) orang tua siswa warga Liungtutut Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum mengatakan, ia merasa nyaman serta tidak menemui kendala dalam mendaftarkan anaknya ke sekolah itu. ”Saya berharap anak dapat diterima sebab menempuh jalur zonasi keluarga tidak mampu,” imbuhnya.

“Proses PPDB tahun ini dinilai lebih tertib karena menerapkan sistem antrean. Sehingga tidak berdesak-desakan dalam mendaftarkan anaknya ke sekolah,” pungkasnya. (red)

 

Lihat Juga...