Seorang Pedagang Kopi di Sukabumi Tewas Bersimbah Darah

CIBADAK — Nasib malang menimpa Saepul Idris (33) asal warga Kabupaten Aceh Timur, ditemukan tergeletak tak bernyawa di Kampung Babakananyar RT 3/8, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi Rabu, (3/7) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, pria naas ini ditemukan dalam keadaan telungkup dengan kondisi leher bersimbah darah. Diduga, Saepul menjadi korban pembunuhan pria tidak dikenal.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya mengaku, sempat melihat yang diduga pelaku mengenakan sweater warna coklat ke luar dari lokasi kejadian dengan menenteng senjata tajam jenis golok. Dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Supra melalu jalan gang depan lokasi kejadian. “Ada yang lihat orang kurus kayaknya lelaki, pake kupluk hitam bawa senjata tajam keluar dari warung kontrakan korban. Ia menggunakan motor bebek jenis Supra,” akunya.

Menurutnya, pria tidak dikenal tersebut langsung melarikan diri melalu gang menuju pemukiman warga. Sayangnya, tidak banyak yang melihat karena tengah tidak ada orang. “Saya sempat keluar dan menegurnya karena kenalpot sepeda motornya bising. Tapi saya juga tidak tau itu atau bukan pelakunya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Entang Barnas menambahkan, Saepul menempati kontrakan tersebut baru sekitar dua minggu lalu. Sementara, pencaharian sehari-harinya sebagai tukang jualan kopi dan roko. “Saya tidak mengetahui kejadian pastinya, tetapi warga menduga Saepul ini menjadi korban pembunuhan karena di lehernya bersimbah darah bahkan darahnya berceceran di lantai,” ulasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Cibadak, Kompol Suhardiman mengungkapkan, sampai saat ini polisi masih memburu pelaku pembunuhan tersebut. “Ya, di leher korban terdapat dua sayatan senjata tajam. Diduga korban pembunuhan dan kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. Saat ini masih melakukan pendalaman,” ungkap Suhardiman.

Dugaan sementara, motif pembunuhan tersebut terjadi karena hubungan asmara. “Namun kami tidak mau spekulasi lebih jauh sebelum pelaku berhasil diamankan,” ulasnya.

Sementara itu, jenazah korban saat ini akan diotopsi di RSUD Sekarwangi. Namun, masih menunggu kolega korban dari Jakarta. “Masih menunggu sodaranya dari Jakarta,” pungkasnya. (Sopyan)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan