Ribuan Liter Air Bersih di Pasok BPBD Sukabumi

SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, memasok ribuan liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Upaya tersebut untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Ada enam kecamatan yang melapor warganya kesulitan air bersih,” tutur Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman Selasa, (9/7). Wilayah di antaranya Kecamatan Gunungguruh, Palabuhanratu, Gegerbitung, Cisolok serta Simpenan.

Terakhir ujar Eka, pendistribusian air bersih disalurkan ke Kampung Pasirkuda Desa Cijurey Kecamatan Gegerbitung Kabupate Sukabumi pada Selasa. Di mana pasokan air bersih yang diberikan mencapai 10 ribu liter atau dua tangki untuk satu desa.

Menurutnya, di musim kemarau ini BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12 tangki. Selain dari BPBD, pasokan air bersih juga dilakukan PDAM Kabupaten Sukabumi untuk wilayah utara seperti Kecamatan Cibadak.

Ia menerangkan, jumlah daerah yang terdampak kekeringan serta baru melaporkan kesulitan air bersih memang baru sebanyak enam kecamatan. Tetapi sebenarnya diprediksi jumlahnya jauh lebih banyak namun belum melaporkan secara resmi kepada BPBD.

Sehingga ia berharap, daerah yang mengalami kesulitan air bersih dapat segera melaporkannya. Pelaporan itu nantinya akan segera ditindaklanjuti petugas dengan pendistribusian air bersih.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menjelaskan, kasus bencana yang paling menonjol kini adalah bencana kekeringan dan kebakaran. Keduanya terjadi sebagai dampak musim kemarau.

” Selain kekeringan, bencana lainnya yang terjadi pada Juni adalah longsor serta angin kencang. Warga yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan misalnya di Desa Nengela Kecamatan Tegalbuleud mencapai 357 kepala keluarga (KK),” jelasnya.

Ratusan warga tersebut tersebar di tiga kampung berbeda. Diantaranya, di Kampung Cikupa RT 12 RW 04 sebanyak 120 KK. Berikutnya di Kampung Sinarmuda RT 13 RW 04 sebanyak 112 KK. Terakhir di Kampung Datargebang RT 23 sebanyak 125 KK.

Di sisi lain, BPBD Kota Sukabumi sampai saat ini belum menerima laporan adanya kesulitan air bersih akibat kekeringan. “Hingga saat ini belum ada yang melapor kesulitan air bersih,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami.

Ia menegaskan, wilayah Kota Sukabumi berdasarkan pemetaan pada tahun sebelumnya masuk dalam potensi kekeringan tingkat sedang. Jadi petugas BPBD akan terus memantau dampak kekeringan di lapangan.

” Terlebih berdasarkan prediksi yang ada menyebutkan Kota Sukabumi akan mengalami kekeringan pada Juli, Agustus hingga September. Harapannya ketika ada wilayah kekeringan bisa segera ditangani dengan cepat,” pungkasnya.

Lihat Juga...