Kesulitan Air Bersih Mulai Dirasakan Ribuan Warga Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI — Sebanyak 8.174 jiwa warga Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mengalami kesulitan air bersih. Warga yang terdampak kekeringan itu berasal dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, sampai Rabu (10/7) jumlah warga mengalami kesulitan air bersih sebanyak 8.174 jiwa atau 2.983 Kepala Keluarga (KK). ”Ribuan warga terdampak kekeringan berada di tujuh kecamatan,” ungkap Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna kepada wartawan belum lama ini.

Ia menambahkan, ribuan jiwa berasal dari 11 desa di tujuh kecamatan. Rinciannya meliputi Desa Cisaat Kecamatan Cicurug, Desa Cidadap Kecamatan Cidadap, Desa Karangjaya, Cijurey serta Gegerbitung Kecamatan Gegerbitung.

Selanjutnya, Desa Nangela Kecamatan Tegalbuleud, Desa Mekarmukti dan Waluran Mandiri Kecamatan Waluran, Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar. Terakhir di Desa Kebonmanggu serta Cibolang Kecamatan Gunungguruh.

Menurut Daeng, di Kabupaten Sukabumi terdapat 381 desa serta 5 kelurahan yang tersebar di 47 kecamatan. Jadi mayoritas kecamatan di Sukabumi belum melaporkan terjadinya dampak kekeringan.

Daeng menjelaskan, keluhan warga yang mengalami kekeringan telah ditanggapi pemerintah dengan menyalurkan pasokan air bersih. Di mana pasokan air bersih yang telah disalurkan kepada warga sedikitnya 30.000 liter.

Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman menerangkan, wilayah yang telah dipasok air bersih diantaranya Kecamatan Gunungguruh, Palabuhanratu, Gegerbitung, Cisolok serta Simpenan. Terakhir pendistribusian air bersih disalurkan ke Kampung Pasirkuda, Desa Cijurey, dan Kecamatan Gegerbitung.

Di mana pasokan air bersih yang diberikan sebanyak 10.000 liter atau 2 tangki untuk satu desa. “Di musim kemarau ini BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12 tangki. Selain dari BPBD, pasokan air bersih juga dilakukan oleh PDAM Kabupaten Sukabumi untuk wilayah utara seperti Kecamatan Cibadak,” tuturnya.

Di sisi lain, BPBD Kota Sukabumi sampai saat ini belum menerima laporan adanya kesulitan air bersih akibat kekeringan. ‘’ Hingga kini belum ada yang melapor kesulitan air bersih,’’ cetus Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami.

Ia menerangkan wilayah Kota Sukabumi berdasarkan pemetaan pada tahun sebelumnya masuk dalam potensi kekeringan tingkat sedang. “Sehingga petugas BPBD akan terus memantau dampak kekeringan di lapangan,” pungkasnya. (red)

Lihat Juga...