Aplikasi Fishon Mulai Digunakan Nelayan Selatan Sukabumi

SUKABUMI — Sebagian nelayan Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menggunakan teknologi informasi yakni aplikasi Fishon. Para nelayan dapat mengetahui keberadaan ikan di lautan dengan menggunakan aplikasi itu.

Peluncuran aplikasi tersebut bersamaan dengan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang meresmikan Gerai Fish Mart dan tempat pelelangan ikan (TPI) online pertama di Indonesia di Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini. Keberadaan sarana itu untuk mendukung program satu juta nelayan berdaulat dalam peningkatan kesejahteraan nelayan.

Dalam momen itu Menko Kemaritiman melepas para nelayan melaut yang menggunakan aplikasi Fishon. Di mana dengan aplikasi itu para nelayan dapat mengetahui titik lokasi ikan untuk memudahkan mereka melaut. “Sistem aplikasi fishon mulai digunakan para nelayan Ciwaru,’’ tutur salah seorang nelayan Ciwaru, Jumadi (48).

Dalam aplikasi itu nelayan dapat mengetahui titik di mana ikan berada. Selanjutnya kata Jumadi, nelayan bisa menuju titik itu dengan panduan dari aplikasi. Tapi aplikasi ini terkadang dengan kendala sinyal jaringan internet di tengah lautan. “Sejak pertama mencoba ada peningkatan hasil tangkap,’’ terang Jumadi.

Misalnya biasanya sehari hanya bisa memperoleh satu kwintal ikan kini naik menjadi lima hingga enam kwintal ikan. Nelayan lainnya di Ciwaru, Nana (38) mengatakan hal senada. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi tersebut. “Namun ke depan sinyal jaringan internet bisa lebih ditingkatkan karena seringkali hilang di tengah lautan,’’ ucap dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berupaya mempermudah nelayan dalam melaut dengan perkembangan teknologi informasi salah satunya dengan aplikasi Fishon. “Pemerintah bekerjasama dengan startup pemancar sinyal dari Net1, yang dapat memancarkan dengan jarak sampi 60 kilometer ke tengah laut dan bisa wifi,’’ tuturnya.

Menurut Luhut, sinyal tersebut telah diujicobakan dan mulai dirasakan nelayan. Ke depan akan dilakukan peningkatan layanan. Di sisi lain, ketika nelayan masih di laut, fish market telah tau apa yang di dapat, apa hasilnya, sudah ada transaksinya. Dengan kerjasama Net1 ini ungkap Luhut, tentunya nelayan tidak bisa juga dibodohi para tengkulak lagi. “Pada peresmian ini, ada beberapa masukan para nelayan dan dari Bupati Sukabumi, salah satunya mengenai tidak tersedianya cold storage untuk tempat penampungan ikan hasil para nelayan,” pungkasnya. (red)

Lihat Juga...