Kemenag tak Perlu ‘Kebakaran Jenggot’ Soal Bendera Tauhid

SUKABUMI — Tindakan Menteri Agama (Menag) yang melakukan investigasi atas murid-murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang mengibarkan bendera tauhid menuai tanggapan. Salah satunya datang dari ketua bidang tarbiyah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Irfan Saprudin.

Menurut Irfan, Kementerian Agama (Kemenag) berlebihan dalam menyikapi kejadian pengibaran bendera tauhid itu. Apalagi, kejadian itu berlangsung dilingkungan institusi pendidikan. Pada umumnya, siswa memiliki alam pikiran yang berbeda dari pada masyarakat awam.

Mengapa bendera yang mengandung lafaz “Laa Ilaaha Ilallah” kerap dikaitkan dengan organisasi yang telah dibubarkan, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Irfan juga mempersoalkan, apakah selama eksistensinya HTI pernah berbuat kejahatan atau berupaya menggulingkan pemerintah yang sah.

“Sehingga menurut saya, dikibarkannya bendera tauhid jangan terlalu ‘kebakaran jenggot.’ Dalam hal ini, Kemenag dapat dianggap berlaku berlebihan, seperti berhadapan dengan organisasi terlarang serta sangat mengancam,” kata Irfan, Senin (22/7).

Ia menuturkan, pendekatan yang semestinya dilakukan terhadap anak-anak didik yakni metode edukasi yang baik dan benar. Selain itu, pendekatan juga menyasar sisi sosiologis serta psikologis mereka.

Lembaga-lembaga pendidikan di bawah arah Kemenag pada intinya hendak mengantarkan siswa-siswi menjadi insan yang cerdas, berakhlakul karimah, serta penjaga NKRI yang meneruskan muruah perjuangan para pendiri bangsa. Dengan begitu, setiap murid madrasah dapat menyadari perannya sebagai harapan bangsa di masa depan.

“Tidak perlu takut, apalagi (sampai) melakukan tindakan represif. Kalau takut sama HTI, itu sudah mati (dibubarkan). Negara ini lebih kuat dari organisasi itu,” tuturnya.

Karena itu, ia menjelaskan Kemenag harus memosisikan diri sebagai lembaga yang memberikan kedamaian serta toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Selain itu, ia juga mengingatkan agar Kemenag menghindari timbulnya respons yang negatif dari masyarakat.

“Kembalikan Kemenag dengan jati dirinya, yaitu beramal dengan ikhlas,” cetusnya.

Sebelumnya, foto sejumlah siswa MAN mengibarkan bendera tauhid beredar viral di media sosial. Di dalam foto tesebut, siswa mengibarkan bendera tauhid berwarna dominan hitam serta bertuliskan kalimat tauhid, “Laa Ilaaha Illallah, Muhammad Rasulullah.” Tepat di sebelah pengibar bendera tersebut, terdapat siswa lain yang mengusung bendera Merah Putih. Di bagian lain, tampak spanduk dengan bertulisan ‘MAN 1 Sukabumi’.

Sebelum menjadi viral di media sosial, Sabtu (20/7), foto yang dimaksud diunggah pemilik akun @Karolina_bee11. Foto yang sama kemudian direspons anggota DPR Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily. Dalam pernyataannya, Ace lantas meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mengusut. (rol)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan