Media Pembelajaran Berbasis Wayang Diluncurkan Pemkot Sukabumi

SUKABUMI–Kota Sukabumi meluncurkan aplikasi media pembelajaran inovatif berbasis nilai wayang Sukuraga di Gedung Juang 45 Kota Sikabumi, belum lama ini. Model pembelajaran tersebut dinilai efektif dalam membentuk karakter anak agar mencintai seni dan budaya daerahnya.

Peluncuran aplikasi digital itu merupakan bagian dari Workshop dan focus group discusion (FGD) media pembelajaran berbasis nilai wayang Sukuraga.

”Metode pembelajaran terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan belum lama ini.

Saat ini metode pembelajaran disesuaikan dengan kearifan lokal serta perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, di Kota Sukabumi terdapat kearifan lokal yang cocok untuk pembentukan karakter anak diantanya wayang Sukuraga. Kesenian Wayang Sukuraga merupakan khas Sukabumi yang memadukan seni rupa, musik, teater wayang serta sastra.

Seni wayang itu tidak mengacu pada literasi wayang tradisi Ramayana serta Mahabarata. Melainkan sesuai dengan arti sukuraga yakni memainkan wayang tokoh yang diambil dari nama bagian tubuh manusia seperti mata, hidung, telinga, mulut, tangan, serta kaki.

Wayang Sukaraga adalah karya Effendi yang sering disapa dengan Pendi Sukuraga, seniman asli dari Kota Sukabumi. Kesenian itu telah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Kota Sukabumi dalam surat keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 55 Tahun 2016 tentang Wayang Sukuraga sebagai Kesenian Asli Daerah.

Fahmi menerangkan, seiring dengan perjalanan teknologi maka kearifan lokal harus berinteraksi dengan perkemnangan teknologi. Di mana perkembangan teknologi serta sistem pembelajaran yang semakin baik, maka media pembelajaran makin inovatif salah satunya melakukan kolaborasi antara kearifan lokal dengan kurikulum pendidikan, serta percepatan teknologi.

”Maka lahirlah wayang sukuraga berbasiskan aplikasi digital,” tutur Fahmi. Jadi metode pembelajaran nilai-nilai sosial serta budaya dan kearifan lokal ke anak-anak berbasiskan digital tanpa mengenyampingkan nilai budaya.

Harapanya metode itu dapat menjadi pendorong lahirnya geneasi yang unggul dan cerdas serta mencintai seni serta budayanya. “Sehingga anak dapat memiliki modal yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,”ujarnya.

Seniman wayang Sukuraga, Pendi Sukuraga menerangkan, kegiatan ini intinya launching aplikasi digital pendidikan karakter berbasis wayang Sukuraga. “Kami patut berbangga sebab mempunyai wayang sukuraga yang dapat secara optimal digunakan sebagai media pendidikan karakter,’’ kata dia. (rol)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan