Penjualan Hewan Kurban di Sukabumi Dipantau Petugas Gabungan

SUKABUMI–Sebanyak 52 orang petugas gabungan di Kota Sukabumi dikerahkan untuk memantau penjualan hewan kurban di 74 titik berbeda. Tim itu nantinya akan bertugas untuk memastikan kelayakan hewan kurban dari sisi kesehatan.

Pelepasan tim pemantau hewan kurban tersebut dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di Balai Kota Sukabumi, Senin (5/8). Tim itu berkolaborasi bersama Satpol PP, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), mahasiswa IPB, mahasiswi PKL dari Polbantan serta DKM masjid.

” Pemantauan itu untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan, standarisasi registrasi hewan kurban,’’ ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi kepada wartawan.

Ia menuturkan, waktu pelaksanaan pemantauan mulai 5-14 Agustus 2019. Yang mana 5-10 Agustus pemantauan di 74 titik penyedia hewan kurban untuk dilakukan pemeriksaan.” Diantaranya memeriksa status kesehatan hewan, dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), dari daerah mana hewan berasal serta mendata jumlah hewan kurban yang diperjualbelikan,” tuturnya.

Sementara itu lanjut ia, memastikan tempat penampungan hewan yang memenuhi aspek kesejahteraan hewan. Tim juga melibatkan Satpol PP memastikan perdagangan hewan qurban tidak mengganggu ketertiban umum.

” Pada 11-14 Agustus, melaksanakan pemantauan ke tempat pemotongan hewan yang tersebar di 7 kecamatan. Dengan melakukan pemeriksaan Postmortum yakni untuk memastikan daging yang akan dibagikan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Ia menerangkan, jumlah kebutuhan hewan kurban pada 2019 diprediksi naik sekitar lima persen dibandingkan dengan sebelumnya. Berdasarkan hasil pemantauan tahun 2018 tercatat jumlah pemotongan hewan sebanyak 2.931 ekor sapi, 1.809 ekor domba, 61 ekor kambing serta 3 ekor kerbau.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad FahmiHari mengatakan, pada hari ini dilepas tim pemantau hewan kurban untuk melayani warga, merupakan bentuk komitmen bersiap siaga mempersiapkan diri dalam hajat besar umat Islam Idul Adha.

” Tim pemantau itu nantinya akan disebar ke tujuh kecamatan untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan serta memantau pemotongan hewan kurban,” cetusnya.

Ia juga mengatakan, Tim pemantau harus memastikan arus lalu lintas hewan yang diperjualbelikan sebab ada yang dari luar daerah sehingga harus dipastikan terdeteksi serta terlacak. ” Tugas pemantau tersebut untuk menjaminkan kesehatan hewan kurban yang dijual di pasaran agar layak jual serta sehat,” terangnya.

Selain itu, lanjut fahmi, tim memberikan pembinaan kepada pedagang agar menjual hewan kurban berkualitas serta sesuai aturan.” Seperti sapi betina produktif jangan sampai masalah karena diperjualbelikan. Pasalnya, sapi produktif diperlukan untuk keberlanjutan hewan ternak serta jangan berhenti disatu titik, hewan betina,” pungkasnya.

Lihat Juga...