Diduga Jual Tanah Desa Kades Mekarsari Ditahan

SUKABUMI — JR (50 tahun), Kepala Desa Mekarsari Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, harus berurusan dengan hukum. JR Diduga memalsukan dokumen tanah negara, sehingga berakibat JR terancam hukuman enam tahun penjara.

” Oknum Kades Mekarsari JR terpaksa harus ditahan sebab diduga memalsukan dokumen tanah negara,” tutur Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Yeriza Aditya Rabu, (07/08).

Ia mengatakan, dokumen yang diduga dipalsukan yakni surat keterangan garapan atas tiga bidang tanah dengan luas keseluruhan sekitar enam hektar. JR mencatut nama warga dalam surat keterangan tersebut menjadi penggarap tanah.

” Saat ini status Kades sudah jadi terdakwa serta dititip di Lapas Kelas III Warungkiara,” ujarnya.

Ia menerangkan, kasus yang menjerat JR itu dilakukan sekira tahun 2014 lalu. Sebelum JR, terlebih JPU menahan D, yang diduga terlibat dalam kasus yang sama. D merupakan orang yang diberi kuasa oleh pihak perusahaan untuk membebaskan lahan di Desa Mekarsari Kecamatan Sagaranten. Sebagai Kades, JR membuat surat keterangan riwayat garapan atas nama warganya. Namun faktanya, nama-nama itu bukanlah penggarap tanah tersebut.

” JR membuat surat keterangan riwayat garapan, yang seolah-olah tanah tersebut merupakan tanah garapan warga yang bukan penggarap pada tanah itu,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersebut dinilai melanggar aturan, maka sebagian elemen masyarakat melaporkannya kepada Polres Sukabumi. ” Hari ini kasusnya masuk dalam tahap II. Sambil nunggu jadwal persidangan, terdakwa JR kami titipkan di Lapas Warungkiara,” cetusnya.

Tanahnya tersebut sekarang sudah memiliki sertifikat hak guna bangunan (SHGB). ” Tiga bidang ini atas nama tiga warga, yang faktanya bukan penggarap tanah itu. Dengan masing-masing luasnya 19.920 meter persegi ,” jelasnya.

Karena perbuatannya itu, kini JR didakwa dengan pasal pasal 263 ayat (1) Junto pasal 55 KUHP dan atau pasal 266 ayat (1) Junto pasal 55 KUHP.

” Barang bukti dalam kasus ini sudah diamankan serta kini tinggal menunggu persidangan. Ancaman hukumannya enam tahun penjara. Sekarang tinggal nunggu disidangkan,” pungkasnya. (Red)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan