Di Sukabumi Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Alumni IPB

SUKABUMI — Polres Sukabumi Kota lakukan rekonstruksi kasus pembunuhan serta pemerkosaan terhadap alumni IPB AU (22) di dua lokasi berbeda di Kota Sukabumi, belum lama ini. Hal tersebut untuk melakukan pencocokan antara berbagai alat bukti dalam kasus itu.

“Kami melakukan rekonstruksi atas perkara terhadap korban AU dengan tersangka RH sebanyak 22 adegan,’’ kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, belum lama ini.

Tujuannya, untuk menyocokkan serta melihat persesuaian antara berbagai alat bukti baik keterangan saksi, tersangka termasuk hasil dari autopsi yang diterima.

Sebelumnya, Polres Sukabumi Kota merilis pengungkapan penemuan mayat wanita berinisial AU warga Kabupaten Cianjur. Korban ditemukan di Kampung Bubulang Selaeurih, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (5/8) lalu.

Hasil penyelidikan, pembunuhan terhadap korban dilakukan pelaku RH (25) sopir colt Ciawi-Cianjur dengan motif mengambil telepon genggam.

Menurutnya, rekonstruksi dilakukan di dua lokasi yaitu titik yang menjadi perbuatan pelaku membunuh korban serta melakukan perbuatan asusila serta TKP kedua tersangka membuang jasad korban.

Susatyo menjelaskan, rekonstruksi dihadiri aparat kejaksaan serta penasehat hukum untuk melihat langsung serta menguatkan di pembuktian. Rangkaian perbuatan yang dilakukan tersangka benar serta sesuai dengan kejadian pada hari kejadian.

“Kami berharap rangkaian penyidikan yang dilakukan dapat menguatkan pada persidangan nanti,’’ ungkap Susatyo. Dalam rekonstruksi ini tidak ada temuan baru sebab masih satu orang pelaku tunggal.

Polisi, menguatkan alat bukti lainnya karena pada saat pelaku melakukan tidak ada saksi dan hanya didukung alat bukti lainnya yakni kesesuaian antara hasil otopsi dengan perbuatan pelaku. “Kondisi korban luka patah tulang lidah dikuatkan oleh pelaku,” ujarnya.

Terhadap tersangka RH sambung Susatyo, dijerat dengan pasal berlapis yaitu pencurian dengan kekerasan, pembunuhan dan perbuatan pemerkosaan, penganiyaan berat dengan mengakibatkan korban meninggal dunia. “Ancaman hukumannya selama 12 tahun ke atas,” tegasnya.

Dari pantauan di lapangan, rekonstruksi ini mendapatkan perhatian warga di sekitar lokasi kejadian. Selain itu keluarga korban dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut. (red)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan