Akibat Kemarau Panjang Ribuan Warga di Desa Titisan Krisis Air Besih

SUKALARANG — Musim kemarau panjang saat ini telah berdampak pada krisis air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, misalnya saja dilaporkan saat ini kesulitan air bersih melanda Kampung Cimanggu RT (03/01) Desa Titisan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi.

Pejabat Sementara Kepala Desa Titisan mengatakan, krisis air bersih di kampung tersebut dirasakan oleh satu kedusunan terdiri dari tiga RW dan 13 RT dengan 750 Kepala Keluarga (KK) dan 1.800 penduduk.

“Selain akibat kemarau panjang yang saat ini kurang lebih berjalan empat bulan. Kekeringan juga, disinyalir akibat faktor keberadaan perkampungan yang berada tepat di lokasi pertambangan pasir galian C yang saat ini telah memiliki kedalam sekitar 50 meter,” kata Ujang kepada www.sukabumizone.com Rabu, (15/08).

Menurutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Titisan kini tengah berupaya membuat sebuah terobosan untuk meperoleh bantuan air bersih seperti dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, PMI, Polsek Sukalarang, dan juga dari para agnia.” Alhamdulillah bantuan telah datang dan seluruh tempat penampungan air yang berada di lokasi telah penuh,” ujarnya.

Pihaknya juga tengah mengatur jadwal pengiriman bantuan air tersebut tutur Ujang, agar kebutuhan masyarakat terpenuhi setiap harinya. “Ke depan kami akan mengatur jadwal agar bantuan lebih terarah,” tuturnya.

Lanjut Ujang, pemedes telah berkoordinasi dengan BPBD agar bisa menyalurkan air dari sumur bor yang telah dibuat pada 2018 lalu. “Pada tahun lalu sebenarnya kami telah melakukan antisipasi untuk menangani kesulitan air bersih dengan membangun dua sumur bor. Yang satu sumur sudah berjalan, tinggal satu lagi karena tidak ada mesin pompa air akhirnya belum dapat digunakan. Namun, hari ini kami dan Ketua BPD akan mempercepat pengadaan pompa air tersebut,” tandasnya.

Ketua BPD Titisan Ijad Mujadin mengatakan, pihaknya selaku lembaga penyambung aspirasi masyarakat mendapat keluhan dari masyarakat terkait kesulitan air bersih. “Kami telah berkomunikasi dengan pemerintah desa untuk bersinergi memecah masalah ini. Alhamdulillah saat ini bantuan dari beberapa instansi terkait sudah ada. Namun, sifat bantuan ini sementara sehingga, kami akan mencoba mengoptimalkan sumur bor yang telah dibangun pemdes dan akan membuat sumur bor dengan swadaya masyarkat,” imbuhnya.

Ia berharap, pihak perusahaan pertambangan tersebut berbesar hati untuk melakukan kerjasama dengan masyarakat. “Sebab, saat ini kesulitan air bersih juga diduga akibat keberadaan tambang tersebut,” harapnya.(Agus)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan