Bupati Sukabumi Santuni Dua Korban Meninggal Keracunan Makanan Bantargadung

SUKABUMI KAB — Keracunan massal di Kampung Pangkalan RT 02/03 Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, menjadi kejadian Luar Biasa (KLB). Pasalnya, sebanyak 174 orang dibawa kerumah sakit untuk dilakukan penanganan medis secara intensif.

Dua korban atas nama Rendi (9) dan Dewi (37) Warga Kampung Pangkalan RT 03/03 Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung  dinyatakan meninggal dunia.

Hingga saat ini sebagian korbah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Sekarwangi dan Palabuanratu, sementara sebagianya lagi ada yang sudah pulang dan berhasil ditangani tim medis.

Dugaan sementara keracunan masal tersebut disebabkan dari hidangan yang disajikan dalam acara pengajian peringatan wafatnya salah seorang warga setempat (Tahlilan), keracunan massal terjadi setelah masyarakat menyantap hidangan yang diperoleh.

Kejadian tersebut mendapat perhatian dari Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami, dirinya bersama beberapa Kepala Perangkat Daerah mengunjungi rumah korban.

H.Marwan Hamami memberikan motivasi pada keluarga korban dan memberikan bantuan pada keluarga korban meninggal. “Biaya kita tanggung semua oleh pemerintah daerah, yang jelas nanti ada anggaran untuk mengantisipasi bagi masyarakat yang sudah terkena musibah,” jelasnya.

Menurut Marwan, kejadian seperti ini harus menjadi telaahan bersama, karena menurutnya ada beberapa faktor yang harus di cermati dari kejadian seperti ini.

” Harus dicermati faktor penyebabnya sehingga perlu penelitian yang cukup signifikan, baik air, bahan makanan, atau cara pengolahannya, kita evaluasi dan kita akan perintahkan Dinas Kesehatan lewat Kesling, termasuk tadi ketemu para guru dihimbau untuk memberikan edukasi terkait kesehatan lingkungan, mudah mudahan tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian ini bukan faktor kesengajaan atau kelalaian tapi oleh ketidaktahuan. “Karena takdir mungkin sudah harus terjadi,” tuturnya.

Ke depan, ia akan membuatkan sumur artesis untuk mengcover dua kedusunan. ” Nanti akan kita lakukan kajian geolistrik untuk membuat sumur artesis agar bisa mengcover kebutuhan dua kedusunan dan secara operasional pengelolaannya oleh desa, “pungkasnya. (Agus)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan