Pemkab Sukabumi Gelar Karnaval Mobil Hias dan Festival Bunga

SUKABUMI KAB — Pandawa lima dengan gagah perkasa berjalan tegap diiringi kerata kencana, Bima Bratasena, Yudistira, Arjuna, Nakula dan Sedawa siap siaga jaga nagara, tak ada satupun yang tak terbasmi, Hoax, ujaran Kebencian, agitasi dan upaya pemecah belah hancur luluh kena Gada Bima, tertusuk trisula Yudistira, tertembus gondewa Arjuna serta dimusnahkan pedang Nakula dan Sadewa.

Itulah cuplikan Kabaret,” Pandawa Lima Jaga Nagara” besutan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi pada acara Karnaval Mobil Hias dan Festival Bunga Kabupaten Sukabumi tahun 2019 di Palabuhanratu, Minggu (15/9).

“Konsep Pandawa Lima Jaga Nagara, kita jadikan tema untuk refresentasi tufoksi Kominfo sebagai government public relation dalam membangun ketahanan informasi, melakukan literasi publik dan menyediakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Herdy Somantry Bima kepada www.sukabumizone.com Minggu, (15/09).

Menurutnya, tanggungjawab besar Kominfo tersebut perlu dukungan semua pihak serta kerjasama masyarakat pada umumnya.

” Bentuk kemitraan dengan masyarakat dalam ikhtiar membangun ketahanan informasi adalah kerjasama dengan Kelompok Informasi Masyarakat yang sekarang sudah terbentuk hampir di seluruh Kecamatan di wilayah kabupaten Sukabumi”, tambahnya.

Berdasarkan pantauan, ribuan pengunjung tumpah ruah di sepanjang jalan yang dilalui iring iringan karnaval, mereka turut bergembira bersama dan berharap festival tersebut bisa dilaksanakan setiap tahun secara berkelanjutan.

” Selain meriah, ini menjadi media berkumpul masyarakat, sehingga kita menjadi lebih akrab dan bisa bergembira bersama,” kata salah seorang pengunjung karnaval.

Karnaval Mobil Hias dan Festival Bunga selain memeriahkan Hari Jadi ke-149 Kabupaten Sukabumi, juga merupakan salah satu upaya pemkab Sukabumi dalam mendorong kepariwisataan ke tingkat internasional, seperti diketahui bersama untuk menciptakan destinasi wisata level internasional dibutuhkan akses yang mudah, amenitas atau fasilitas pendukung yang memadai dan atraksi kelas dunia terkait dengan kearifan lokal (local wisdom) dengan keragaman budaya (culture diversity). (Agus)

Lihat Juga...