Tim Monitoring Kecamatan Warungkiara Cek Pembangunan di Desa Girijaya

WARUNGKIARA — Tim Monitoring Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, lakukan pengecekan langsung ke lapangan hasil pembangunan dari Dana Desa (DD) tahap tiga 2019 Kamis, (10/10).

Dari pantauan www.sukabumizone.com, kali ini tim monitoring melakukan pengecekan pembangunan di Desa Girijaya yang merupakan desa kedua yang mereka kunjungi.

Anggota Tim Monitoring Kecamatan Warungkiara Upi mengatakan, tujuan monitoring tersebut untuk meninjau langsung hasil pembangunan yang telah diselesaikan Pemerintah Desa (Pemdesa) Girijaya. ” Apakah pembangunan yang telah diselesaikan sesuai atau tidak dengan RAB,” kata Upi yang juga sebagai Kepala Seksi (Kasi) Saran dan Perasaran (Sarpras) Kecamatan Warungkiara kepada www.sukabumizone.com Kamis, (10/10).

Menurutnya, untuk Desa Girijaya ia bersama tim menilai hasil pembangunan telah sesuai dengan RAB. “Bahkan kualitas pembangunannya masuk aktegori yang memenuhi standar,” tambahnya.

Ia berharap, seluruh desa yang ada di Kecamatan Warungkiara tetap mengkedepankan kualitas dan membangun sesuai dengan usulan masyarakat yang telah dirumuskan pada Musyawarah Tingkat Desa (Musdes) di tahun sebelumnya.

“Kami pun menghimbau kepada kepala desa untuk menggunakan dana tersebut sesuai peruntukannya,” jelas dia.

Di tempat yang sama Kepala Desa Girijaya Unang mengaku, sangat senang serta bangga atas kunjungan tim monitoring yang terus memantau setiap pekerjaan pemdes. “Hal ini yang memicu kami untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.

Kepala Desa Girijaya Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Unang saat disambangi www.sukabumizone.com Kamis, (10/10)

Unang berharap, masyarakat untuk selalu mendukung program-program yang dilakukan pemdes. ” Masyarakat kami minta selalu berperan aktif dalam setiap kegiatan, pengawas dan sewadaya. Mari bersatu untuk kemajuan Desa Girijaya lebih baik,” ajaknya

Disisi lain ia mengulas, di 2020 nanti pemdes akan membeli satu unit Mobil Ambulance untuk menunjang pelayanan kesehatan di desanya. “Tentunya, keputusan ini merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat karena dinilai sangat penting untuk membantu tranportasi masyarakat yang sakit,” pungkasnya. (Ginda)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan