Di Sukabumi Dalam Sebulan 19 Pengedar Narkoba Diciduk

SUKABUMI — Hanya dalam kurun waktu satu bulan Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap 19 pengedar berbagai jenis narkoba serta obat keras ilegal. Mereka yakni orang-orang yang beroperasi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

“Dari 19 tersangka ini satu di antaranya yakni wanita serta beberapa orang merupakan residivis pada kasus yang sama,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo di Sukabumi Selasa, (3/12).

Adapun barang bukti yang disita dari para tersangka diantaranya, 259,19 gram sabu-sabu, ganja sebanyak 521,53 gram serta untuk obat keras sebanyak 464 butir jenis Hexymer. Para pelaku serta barang bukti yang disita tersebut merupakan hasil dari pengembangan, pengungkapan kasus baru, laporan masyarakat dan Operasi Antik.

Modus yang dilakukan tersangka untuk mengedarkan barang haram itu dengan cara tempel atau disimpan di suatu tempat. Setelah pelanggan atau konsumennya mentransfer sejumlah uang yang sudah disepakati maka lokasi penyimpannya diberi tahu oleh pengedar.

Dengan cara tersebut antara tersangka dengan konsumennya tidak pernah bertatap muka. Selain itu juga untuk menghindari kecurigaan serta mengelabuhi petugas kepolisian.

Pengedar barang haram tersebut ditangkap di beberapa lokasi. Diantaranya, di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi lalu di Kecamatan Citamiang, Warudoyong, Cikole, Gunungpuyuh, Baros serta Lembursitu, Kota Sukabumi.

“Saat ini kami masih mengembangkan kasus peredaran gelap narkoba serta obat keras ilegal. Dari pengakuan tersangka barang haram tersebut didapat dari bandar yang berada di luar kota serta sebagian tersangka tidak pernah mengetahui wajah penyuplainya,” jelasnya.

Tersangka pengedar sabu-sabu dan ganja dijerat dengan Pasal 111 (1), 112 (2), 114 (1) (2) UURI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba jo Pasal 62 UURI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun. Sementara itu, untuk pengedar obat keras ilegal dijerat dengan Pasal 196, 197 UURI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota AKP Maruf Murdianto menambaghkan, pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba itu bukan semata untuk menangkap tersangkanya saja. Namun, untuk menyelamatkan generasi bangsa supaya tidak terjerumus. Setiap satu gram sabu-sabu yang disita pihaknya berhasil menyelamatkan 50 orang dari kecanduan maupun efek lainnya. “Efek narkoba bisa menghilangkan akal sehat bahkan, bisa menyebabkan kematian,”pungkasnya. (Rol)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan