Dua Warga Pengoplos Gas Subsidi Ditangkap Polisi Sukabumi

SUKABUMI — Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar gas elpiji subsidi tiga kilogram yang dijual seharga nonsubsidi. Dengan cara isi tabung gas tiga kilogram dimasukkan ke dalam tabung gas 12 kilogram serta 50 kilogram menggunakan selang regulator.

Data dari Polres Sukabumi Kota menyebutkan, ada dua tersangka yang diamankan serta ditetapkan sebagai tersangka diantaranya, DD (55 tahun) dan A alias R (33). Keduanya menjalankan aksinya di Jalan Pelabuhan II Nomor 18 Warung Kalapa, RT 03 RW 01 Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi.

”Pelaku membeli gas epliji subsidi tiga kilogram di wilayah Kota Sukabumi dengan harga Rp 19.000,- per tabung,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo kepada wartawan Senin (2/11) siang. Yang mana isi gas di dalam tabung dipindahkan dengan cara manual menggunakan alat regulator selang serta konektor ke tabung gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram.

Lalu, tabung gas itu lalu ditutup oleh segel yang disediakan pelaku serta dijual oleh pelaku kepada konsumen di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Yang mana tabung gas 12 kilogram dijual seharga Rp 135.000,- sampai Rp 150.000,- per tabung.

Sementara itu, tabung elpiji 50 kilogram dijual seharga Rp 620.000,- per tabung. Dari kedua tersangka polisi mengamankan barang bukti satu unit mobil, 129 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram berisi serta 110 tabung gas elpiji tiga kiligram kosong.

Bukan hanya itu, sebanyak 51 tabung gas elpiji 12 kilogram kosong, 40 tabung gas elpiji 12 kilogram warna biru berisi, serta 10 tabung gas elpiji 50 kilogram kosong. Selain itu, dua buah karung berisu segel gas elpiji tiga kilogram serta 8 set selang regulator gas.

“Para pelaku ini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas terutama Pasal 55 dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar jo Pasal 53 huruf B ancaman 4 tahun denda Rp 40 milIar. Sementara itu Pasal 53 huruf C dan Pasal 53 huruf D undang-undang yang sama,” ungkap Wisnu.

Selain itu, keduanya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Khususnya Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf b dan huruf c ancaman hukuman lima tahun dan denda Rp 2 miliar. (Rol)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan