Pemdes Parakanlima Gelar Pengajian Rutin KTT dan KPPA

CIKEMBAR — Pemerintah Desa (Pemdes) Parakanlima Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, gelar Pengajian Rutin Komunitas Tilawah Tiga Puluh Juz (KTT) di Masjid Ryiadul Jannah Kampung Gangkenari RT 05/12 Selasa, (31/12). Pada kesempatan tersebut secara simbolis Kepala Desa Parakanlima Marwan Yamami menyerahkan Al-Qur’an kepada Ketua Komunitas Pelajar Pecinta Al-Qur’an (KPPA).

Mirwanda mengakatan, acara tersebut bertujuan untuk membentuk akhlak para pemuda agar bisa mencintai Al-Qur’an menjadi bacaan sehari-hari. “Alhamdulillah, acara ini disambut antusias para jamaah serta para tokoh masjid yang ada di Desa Parakanlima,” ujar Marwan kepada www.sukabumizone.com Selasa, (31/12).

Ia beharap, acara itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi para pemuda dan masyarakat secara umum.”KTT memiliki target merubah prilaku khususnya bagi para muda. Ya, biasanya mereka nongkrong-nongkrong dan main Hp tidak karuan menjadi lebih baik dan Cinta Al-Qur’an. Untuk itu, kegiatan ini akan rutin dilaksanakan di seluruh masji jami yang ada di desa kami,” tandasnya.

Di tempat yang sama Ketua Komunitas Pelajar Pencinta Al-Qur’an (KPPA) Abdul Manan menambahkan, KTT telah berjalan satu tahun. Ia bersyukur pengajian rutin itu bisa berjalan dan di sambut baik oleh masyarakat. ” Saat ini secara simbolis Kepala Desa menyerahkan Al-Qur’an kepada kami,” ujarnya.

Ia berharap, KTT dan KPPA bisa berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. “Dengan dibentuknya komunitas ini, bisa mendidik dan membawa perubahan akhlak pemuda pemudi kedepannya,” harapnya.

Sementara itu Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukabumi diwakili DMI Kecamatan Cikembar yang sekaligus sebagai narasumber dalam acara tersebut Dadang Saepudin menjelaskan, pengajian untuk mendongkrak prilaku baik serta menambah kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ia mengajak, seluruh masyarakat bisa membaca serta mancintai Al-Qur’an sebagaimana yang telah Nabi Muhammad SAW ajarkan bahwa, Al-Quran sebagai pedoman hidup dan bekal nanti di Yaumul Qiyamah.

“Kedasyatan Al-Qur’an yang kita rasakan sungguh luar biasa dan jangan sampai kita bisa menyuruh pada anak-anak kita dan orang lain sedangkan kita sendiri tidak bisa serta kurang mencintai Al-Qur’an itu sangat merugi,” pungkasnya. (Kusnandar)

Lihat Juga...