Kades Kertaraharja Santuni Remaja Penderita Disabilitas

CIKEMBAR — Kepala Desa (Kades) Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Yati Nurhayati sambangi dan santuni penderita disabilitas di Perum Griya Raharja Rt 03/10 Jum’at (08/02).

“Saya mendapat informasi bahwa ada warga yang menderita disabilitas. Bahkan, tersiar kabar remaja penderita disabilitas atas nama Yuda (17 Tahun) anak bungsu empat bersaudara dari pasangan Ella (70) dan Ganda (Alm) tersebut telah disunat makhluk ghoib jadi saya pun bergegas untuk membuktikan kebenarannya dan ternyata memang betul kondisinya cukup memprihatinkan dan remaja ini sejak kecil mengalami kelumpuhan,” kata Yati kepada www.sukabumizone.com Jum’at (08/02).

Menurutnya, ia akan berusaha membantu Yuda agar mendapat perhatian kesehatan dari pemerintah. “Semoga Yuda dan kelurga diberi ketabahan dan selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Saya berharap, kepedulian juga datang dari pemerintah yang di atas agar Yuda bisa memperoleh pelayanan kesehatan dan kehidupan yang layak,” harapnya.

Sementara itu, saat disambangi www.sukabumizone.com kondisi Yuda memang betul-betul mengkhawatirkan. Ia terkulai lemas tak berdaya di usianya yang ke 17. Meski demikian, ibunya ingin membawa Yuda untuk di sunat.

“Kondisi fisik anak saya sudah sejak lahir mengalami kelumpuhan. Sejak usianya 6 tahun Yuda pun ditinggal almarhum ayahnya, jadi saat ini yang menafkahi kebutuhan kami adalah anak saya yang bekerja di salah satu perusahaan sepatu,” lirih Ella ibu kandung Yuda kepada www.sukabumizone.com.

Segala upaya untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya, ia telah memeriksakan Yuda ke sejumlah dokter spesialis seperti, dokter syaraf, dokter anak, dokter gizi, bahkan pengobatan alternatif. ” Anehnya, seluruh dokter menyatakan kondisi Yuda sehat. Tak ada yang bisa menjelaskan penyakit anak saya ini,” tuturnya.

Disinggung terkait rencananya untuk membawa Yuda di sunat. Ella menjawab, keinginannya diurungkan sebab anaknya tiba-tiba telah disunat. “Sebelum kenjadian tersebut saya sudah merencanakan akan membawa Yuda untuk di sunat ke dokter. Ini yang kedua kalinya saya membawa anak saya untuk di sunat, dulu terkendala dana Rp. 1.5 juta dan kondisi fisik Yuda yang tak mungkin bisa di sunat karena harus menjalani penanganan khusus baik sunat maupun pengurusan ke depannya,” jelasnya.

Malam sebelum anaknya hendak dibawa untuk di sunat, ia sempat berdoa agar dimudahkan prosesnya. “Namun, keesokan harinya tepatnya Kamis, (09/02) selepas dzuhur saya tercengang ketika hendak membersihkan Yuda, saya melihat kemaluan anak saya ini seperti sudah disunat. Mungkin ini karena pertolongan Allah,” tandasnya.

Ia juga berterimakasih kepada Kepala Desa Kertaraharja yang telah memberikan bantuan berupa uang tunai untuk meringankan beban Yuda. “Terimakasih kepada Ibu Yati yang telah memberikan bantuan, semoga kebaikan ibu kades dibalas oleh Allah SWT,” pungkasnya. (Kusnandar)

 

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan