Pemdes Hegarmanah Siap Membangun Destinasi Taman Wisata Bermain

WARUNGKIARA — Kepala Desa (Kades) Hegarmanah Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Jaenudin yang sebelumnya terpilih sebagai kades di kancah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 silam, kini mulai membuat rencana untuk menggali potensi aset desa demi mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).

Dari informasi yang diperoleh www.sukabumizone.com menyebutkan, Jaenudin yang akrab disapa Ajay tersebut akan membuat sebuah destinasi “Taman Wisata Bermain” di tanah milik desa seluas 4 hektare tepatnya di Kampung Kedung RT 02/07 Kedusunan Kedung.

“Sudah barang tentu kami harus memiliki cara untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada di desa ini demi kesejahtraan masyarakat,” kata Ajay saat disambangi www.sukabumizone.com Senin, (10/02).

Kepala Desa Hegarmanah Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jaenudin.

Ia memaparkan, sebuah ide berlian untuk membangun taman wisata muncul ketika ia melihat tanah aset desa yang diapit dua pegunungan yakni, Gunung Pasir Ipis dan Gunung Hegarmanah yang memiliki daya tarik eksotis . “Selain itu, aliran sungai sebagai Wahana Arung Jeram juga telah siap untuk ditata sedemikian rupa sehingga memiliki daya tarik. Kami akan membangun berbagai permainan seperti permainan Playing Pok, Kolam Rengan, Kereta Gantung dan lainnya,” paparnya.

Menurut peria ramah itu, setiap desa pasti memiliki keunggulan, baik dari segi sumber daya alam (SDA) ataupun sumber daya manusia (SDM). Menciptakan desa wisata itu gampang lanjut Ajay. Namun, yang paling penting ada brand image-nya. “Setelah terbentuk taman wisata kami akan membuat event rutin dan mengadakan kompetisi-kompetisi sehingga orang sering datang. Dengan adanya desa wisata kebudayaan masyarakat juga bisa lebih berkembang. Sanggar-sanggar budaya di desa ini terus hidup. Selain itu, masyarakat yang memiliki talenta sebagai pengrajin makanan taradisional, kerajinan tangan bisa menjejakan hasil kerajinannya di tempat tersebut. Sehingga, peningkatan taraf ekonomi masyarakat benar- benar meningkat secara signifikan, ” imbuhnya.

Bukan hanya itu terang Ajay, pembangunan destinasi wisata akan bermanfaat untuk mengurangi jumlah pengangguran. Menurut dia, pariwisata adalah salah satu sektor yang dapat menyerap tenaga kerja paling cepat di desanya. “Karena masih cukup lama untuk bisa menciptakan sektor industri di desa. Kita semua tahu, 60 persen dari penduduk di desa pendidikannya hanya SD dan SMP. Jadi yang paling cepat untuk menyerap tenaga kerja adalah sektor pariwisata,” tandasnya.

Menurutnya, satu destinasi wisata diharapkan minimal dapat mempekerjakan 50 orang tenaga kerja yang berasal dari masyarakat desa. Ia mencontohkan, pembuatan kafe-kafe bernuansa persawahan di desa bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Ia menuturkan, datangnya era teknologi juga harus dimanfaatkan sebagai peluang usaha. Di antaranya, seperti membuat tempat-tempat yang ikonik untuk berswafoto. “Buat kafe-kafe dan tempat selfie di desa, yang penting wifi-nya kencang. Kami harus menyediakan wifi di tempat wisata ini. Anggarannya bisa juga pakai dana desa,” ujarnya.

Ajay menegaskan, seluruh rencana tersebut telah dituangkan dalam Rencana Anggalan Pembelanjaan Desa (RAPBDes) 2020 yang akan segera digulirkan di 2021 mendatang. “Mudah-mudahan seluruh harapan kami bisa berjalan dan terwujud sebagaimana mestinya. Kami juga meminta dukungan baik dari masyarakat maupun pemerintah yang di atas melalui instansi terkait,” pungkasnya. (Ginda)

Lihat Juga...