Satu Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Sukabumi Sudah Bisa Dipulangkan

SUKABUMI — Satu pasien positif covid-19 di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sudah membaik. Bahkan, telah bisa dipulangkan dari rumah sakit. “Iya, satu pasien positif sudah bisa dipulangkan. Dilihat dari keadaan umumnya berdasarkan indikasi medis, bisa dipulangkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi H. Harun Alrasyid saat Konferensi Pers di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19, Senin (6/4/2020).

Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tidak mau gegabah. Pasalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi masih menunggu kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir. Apakah masih positif atau negatif covid 19. “Kalau hasil pemeriksaan terakhir negatif dan dinyatakan sembuh total bisa pulang,” ucapnya.

Ketika pulang dan dinyatakan sembuh, pasien tersebut harus isolasi mandiri. Sehingga, tidak boleh ke luar rumah selama 14 hari. “Kalaupun sudah dinyatakan sembuh, harus isolasi mandiri dulu selama 14 hari,” ungkapnya.

Terkait pasien positif covid-19 di Kabupaten Sukabumi saat ini berjumlah dua orang. Jumlah tersebut berdasarkan hasil swab test. “Kalau yang berdasarkan rapid tes, orang yang positif sebanyak enam orang,” terangnya.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 2481. Orang tanpa gejala (OTG) sendiri ada di angka 8591. ” Kalau PDP (pasien dalam pengawasan) hingga saat ini berjumlah 42 orang,” paparnya.

Terkait jumlah OTG yang signifikan, hal itu hasil kerja keras tim di lapangan dalam mendata. Terutama terhadap masyarakat yang sudah berpergian dari zona merah. “Kita tidak mau kecolongan. Sebab, orang yang positif berdasarkan rapid tes merupakan OTG yang telah melakukan perjalanan ke luar daerah. Terutama ke wilayah zona merah,” terangnya.

Meskipun, rapid test hanya menentukan screening awal dan pemetaan sebaran covid 19. Sebab, kepastian akhirnya berdasarkan hasil tes swab. “Rapid test ini untuk mempermudah dalam mengambil tindakan dan pemantauan,” paparnya.

Oleh karena itu, Pemkab Sukabumi berencana melakukan tes massal. Teknis pemeriksaannya akan disebar di 58 Puskesmas di Kabupaten Sukabumi. “OTG dan ODP pun harus segera dilakukan rapid tes. Kita akan menyiapkan sekitar 15 ribu alat rapid test untuk beberapa bulan ke depan. Dalam sebulan saja, kita sudah menggunakan tiga ribu rapid test,” jelasnya.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, Pemkab Sukabumi telah menyiapkan berbagai upaya, termasuk ketika kondisi terburuk. Salah satunya lokasi untuk mengisolasi pasien covid 19. “Kita ada Pusbangdai yang bisa dimanfaatkan untuk ruang isolasi. Namun melihat perkembangan lebih jauh di RSUD Sekarwangi dan Palabuhanratu. Namun hal yang tercepat dilakukan ialah menambahkan 20 kamar isolasi di RSUD Sekarwangi dan enam di Palabuhanratu,” paparnya.

Terkait sterilisasi di wilayah perbatasan, menurutnya cukup optimal. Bahkan akan ada daerah perbatasan lain yang turut disterilisasi. “Perbatasan yang saat ini kita sterilkan, seperti di Sukalarang dan Cicurug akan terus dilakukan. Perbatasan yang bukan jalur utama, proses sterilisasinya akan diserahkan ke Kecamatan dan Desa. Seperti di Kecamatan Kabandungan, Cidadap, dan Gegerbitung. Nanti proses sterilisasinya dibantu Puskesmas,” terangnya.

Daerah perbatasan menjadi lokasi screening awal dalam mengecek kondisi orang yang akan masuk ke Sukabumi. Sebab di sana ada pemeriksaan suhu tubuh. “Beberapa orang ada yang kita temukan suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius. Orang bersuhu tubuh tinggi ini kita lakukan penanganan lanjutan termasuk pemantauan,” pungkasnya. (Kusnandar)

Lihat Juga...