Di PMI Kabupaten Sukabumi Stok Darah Kosong

SUKABUMI KAB — Jumlah stok labu darah di Unit Transfusi Darah ( UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi mengalami kekosongan. Hal itu karena terpengaruh dampak Covid-19 serta bulan puasa. “Pada saat pandemi Corona ini kegiatan donor darah massal memang jarang dilakukan,” kata Kabid Pencarian Pelestarian Donor Darah Sukalera (P2DDS) UTD PMI Kabupaten Sukabumi Agus Sutisna, Rabu (13/5).

Kegiatan donor darah secara massal yang mengumpulkan banyak orang tidak diperbolehkan pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurutnya, bagi warga yang ingin membutuhkan labu darah maka harus membawa donor keluarga. Sebab, apabila tidak membawa donor keluarga maka tidak bisa mendapatkan labu darah.

Lanjutnya, biasanya stok darah dipasok ke sejunlah rumah sakit seperti RSUD Sekarwangi Kecamatan Cibadak. Hal itu karena di rumah sakit itu tersedia bank darah. Agus menjelaskan, ditundanya donor darah massal karena akan mengumpulkan banyak orang. Hal itu dinilai rawan dalam penyebaran Corona.

Karenanya ungkap Agus, PMI membuat terobosan agar donor darah tetap bisa dilakukan. Misalnya dengan merencanakan agar Bupati Sukabumi mengeluarkan instruksi agar pendonor dari instansi pemda donor darah dengan bergantian ke PMI.

Sehingga kegiatan donor darah dapat terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga. Terlebih permintaan pasien atas labu darah berpotensi meningkat sebab kasus DBD.

Agus menerangkan, per harinya permintaan labu darah per bulannya mencapai 1.500 kantong darah. Tapi pada saat ini permintaan labu darah juga berkurang setengah menjadi 700 kantong darah per bulan.

Lebih lanjut Agus memaparkan, penurunan ini karena berkurangnya permintaan dari rumah sakit. Tapi berkurangnya permintaan juga masih sulit dipenuhi karena stok labu darah yang kosong. (rol)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan