Satu Unit Rumah Warga di Desa Jampang Tengah Ludes Terbakar

JAMPANG TENGAH — Peristiwa Kebakaran satu unit rumah warga Kampung Jelebud RT 05/02 Desa Jampang Tengah Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kembali terjadi Senin, (15/06).

Dikutif dari keterangan yang diberikan salah seorang Kepala Dusun (Kadus) Jelebud Erma Hermawan kepada www.sukabumizone.com menyebutkan, peristiwa kebakaran satu unit rumah yang dihuni Sutrisna (41) dan anaknya Galang Poetra Virlyan (18) terjadi Minggu 14 Juni 2020 Pukul 19.30 WIB, ketika Sutrisna pergi bekerja dan Galang pergi ke rumah sodaranya.

Kepala Dusun (Kadus) 5 Jelebud Erma Hermawan mengatakan, dirinya mengetahui kejadian tersebut berawal ketika salah seorang tetangga korban melaporkan bawa di wilayahnya kedusunannya ada kejadian musibah kebakaran. “Seketika itu juga saya langsung melapor kepihak Pemerintah Desa (Pemdes) untuk melakukan pengecekan kelokasi kejadian dan ditindak lanjuti,” kata Erma kepada www.sukabumizone.com Senin, (15/06).

Ia memaparkan, kejadian tersebut diduga dari lilin yang dinyalakan si korban dan ditinggal ke rumah sodaranya. “Kami menduga kejadian ini dari lilin yang dinyalakan Galang dan jatuh mengenai benda yang mudah terbakar. Karena pada saat kejadian dalam keadaan mati lampu dan mungkin si korban ini mersa takut di rumah sendirian dan ditinggal pergi ke rumah sodaranya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp.60.000.000,-,” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Jampang Tengah Agus Jayadi Ramli magatakan, setelah medapat laporan dari Kadus 5 Jelebud Erma Hermawan itu, langsung melakukan pengecekan kelokasi kejadian dan langsung berkoordinasi dengan Bandan Penanggulangan Bencana Desa (BPBD) Kecamatan Jampang Tengah dan yang lainya.

“Saat ini kami sudah meminta bantuan kepihak BPBD Kabupaten, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dinas Sosial (Dimsos), dan yang lainnya melalui Berita Acara (BA) dan profosal yang kami buat. Karena sebelum peristiwa ini terjadi rumah mereka sudah tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan untuk penanganan sementara saya sudah melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan kelembagaan desa lainnya, untuk mengumpulkan dana juga sembako untuk diberikan kepada mereka dan mudah-mudahan hari ini bisa terkumpul serta bisa langsung direalisasikan,” pungkasnya. (Kusnandar)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan