Pemdes Panumbangan Segera Kembangkan Curug Cipatala

JAMPANG TENGAH — Karang taruna bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Panumbangan, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) salah satunya dengan cara mengembangkan objek Wisata Alam Curug Cipatala di Kampung Panumbangan RT1/1, Senin (3/8).

Informasi yang diperoleh www.sukabumizone.com, Curug Cipatala yang merupakan salah satu objek wisata peninggalan jaman Belanda memiliki ketinggian 20 meter dengan kedalaman delapan meter ini cukup eksotis. Namun sayangnya, hingga saat ini belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan tempat tersebut.

Kepala Desa (Kades) Panumbangan, Lalan Jaelani diwakili Kepala seksi (Kasi) Kesejahteraan, Aas Sunandar mengatakan, objek wisata air terjun ini memiliki potensi sehingga perlu segera dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat. “Dibalik air terjun terdapat lorong sepanjang 200 meter peninggalan zaman Belanda yang digunakan untuk pembangkit listrik pada zamannya dan sebagai tempat wisata orang zaman dulu,” kata Aas kepada www.sukabumizone.com, Senin (3/8).

Untuk pengembangan dan meningkatkan PADes, lanjut Aas, curug ini kedepan bakal dikelola Karangtaruna. Dengan adanya pengembangan objek wisata ini bisa menjadi salah satu pembuka jalan usaha bagi warga sekitar. “Kalau sudah banyak wisatawan yang datang tentunya warga bisa memanfaatkannya misalnya saja berjualan di sekitar objek wisata. Dengan begitu maka pertumbuhan ekonomi warga akan meningkat,” paparnya.

Aas menerangkan, aksesnya untuk menuju objek wisata ini cukup mudah. Bagai mana tidak, dari Kota Sukabumi pengunjung hanya perlu menempuh perjalanan sekita 28 Km menuju Terminal Bojonglopang dan melanjutkan perjalanan 1,5 Km hingga sampai ke lokasi Curug Cipatala. “Jadi lokasinya cukup stategis tidak terlalu berada di pelosok,” ucapnya.

Bahkan, dalam waktu dekat ini objek wisata Curug Cipatala rencananya akan digunakan road show oleh salah satu stasiun teltvisi. “Ya, informasinya akan ada acara Petualangan Si Bolang dari salah satu siaran televisi, tetapi waktu pastinya kami masih menunggu kepastinya,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam pengembangan objek wisata tersebut harus ada dukungan dari semua unsur khsusnya antara pemerintah dengan masyarakat setempat. “Kami tidak bisa berdiri sendiri. Kami berharap ada bantuan dari dinas terkait agar pengembangan objek wisata ini bisa berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (Kusnandar)

Lihat Juga...